HABARI.ID, PEMPROV I Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menerima Tim Penilai IMTI (Indonesia Muslim Travel Indeks), Kemenparekraf (Kementeran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) RI di aula rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo Jumat (04/09/2026) malam.
Penyambutan Tim Penilai IMTI Kemenparekraf RI yang dirangkaikan dengan jamuan makan malam itu, berlangsung sukses serta dihadiri langsung Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, unsur pimpinan OPD dan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie sampaikan, Ia sangat bangga dengan kehadiran Tim Penilai IMTI Kemenparekraf RI. Apalagi terkait dengan penilaian dari Tim IMTI sendiri, sebelumnya Provinsi Gorontalo menduduki peringkat ke 11 terkait muslim travel indeks.
“Peringkat Provinsi Gorontalo tentang muslim travel indeks, penunjukkan kemajuan yang baik. Dulu peringkat 13, terakhir sudah peringkat 11. Kami berharap, pada tahun ini bisa masuk 10 besar,” ungkap Wagub Idah.
Bukan tanpa alasan kenapa Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie sangat berharap, Provinsi Gorontalo masuk dalam peringkat 10 besar Indonesia Muslim Travel Indeks. Karena menurutnya, Provinsi Gorontalo adalah salah satu daerah di Indonesia dengan mayoritas muslim.
Tidak hanya itu saja lanjut Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, sebagai daerah yang memiliki falsafah adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah, ada banyak kearifan lokal serta desa religi di wilayah Provinsi Gorontalo.
“Sebagai daerah adat dan budaya yang memiliki falsafah adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah, di Gorontalo ada banyak kearifan lokal. Apalagi pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW sekarang ini, tim penilai bisa mengunjungi desa religi yang ada di Kabupaten Gorontalo, dan akan menemukan sebuah tradisi yang sampai saat ini dilaksanakan dan dipertahankan masyarakat Provinsi Gorontalo ..,”
“Kalau masyarakat Gorontalo menyebutnya, Walima. Sebuah tradisi yang dilaksanakan pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai dari menyediakan berbagai kue khas Gorontalo serta melaksanakan doa Maulid, yang tidak hanya sehari pada hari peringatan maulid, tetapi berhari-hari dari ba’da Magrib sampai menjelang shalat subuh,” papar Wagub Idah.
Masih tentang penilaian Indonesia Muslim Trave Indeks, Provinsi Gorontalo layak masuk peringkat 10 besar karena selain momen Maulid Nabi Muhammad SAW, ada juga sebuah perayaan religi yakni lebaran ketupat di Gorontalo yang sudah menjadi tradisi masyarakat dan terus dipertahankan.
“Nah, ada juga yang namaya lebara ketupat di Gorontalo. Lebaran ini lebih ramai daripada lebaran idul fitri, karena bukan hanya banyak kegiatan tetapi semua masyarakat menyediakan makan-makan khas Gorontalo, yang semua orang bisa memakannya. Jadi, pada lebara ketupat ini, semua rumah di Gorontalo terbuka untuk siapa saja yang ingin mampir makan. Ini tentunya memiliki nilai plus,” ungkap Wagub Idah.
Terakhir kata Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, yaitu upacara adat Gorontalo yang disebut Mopotilolo. Sebuah upacara adat untuk menyambut tamu-tamu, pejabat negara dan tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di daerah Bumi Serambi Madinah.
“Ada juga yang harus menjadi pertimbangan tim penilaia dari Kemeparekraf RI, agar Provinsi Gorontalo bisa peringkat 10 besar Indonesia Muslim Travel Indeks, yaitu upacara adat Mopotilolo. Upacara adat ini sebuah tradisi adat dan budaya di Gorontalo, yang terus dilestarikan serta memiliki filosofi yang sangat tinggi tentang keagamaan, sosial dan budaya ..,”
“Uniknya dari upacara adat ini, mereka yang menjadi tamu diberikan sedekah dan sedekah itu wajib diterima, sebagai simbol keselamatan terhadap tamu yang disambut. Suatu ketika, kami menggelar upacara adat Mopotilolo untuk menyambut Presiden RI Bapak Parbowo Subianto, saya sendiri sampaikan ke Pak Presiden untuk menerima sedekah itu dengan artian adat sebuah keselamatan untuk Pak Presiden ..,”
“Bicara soal muslim atau religinya Gorontalo, masih sangat banyak. Maka dari itu, kami sangat bangga dan menyambut baik kehadiran tim penilai dari Kemenparekraf RI. Semoga yang kami sampaikan dalam pertemuan makan malam ini, bisa menjadi masukkan yang sangat positif untuk tim penilai,” pungkas Wagub Idah.(bm/habari.id).






