Kampus Berdampak Tak Sebatas Jargon, PKKMB UNG Bangkitkan Ekonomi Warga

oleh
oleh
foto habari.id

 HABARI.ID, KAMPUS I Gerakan strategis untuk menjadikan perguruan tinggi negeri sebagai mitra pembangunan, yang memberi manfaat langsung terhadap masyarakat, daerah, kawasan Teluk Tomini dan secara umum untuk Indonesia yang kemudian disebut Kampus Berdampak, bukan hanya sebatas jargon semata.

Kampus berdampak benar-benar dirasakan masyarakat termasuk dari kalangan bawah, yang dibuktikan dengan pelaksanaan awal perkuliahan di UNG (Universitas Negeri Gorontalo), yang ditandai dengan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru).

PKKMB digelar UNG selama beberapa hari kedepan, secara nyata membangkitkan ekonomi masyarakat kurang mampu, yang memanfaatkan momen tersebut berjualan kebutuhan mahasiswa baru untuk mengikuti PKKMB.

Seperti disampaikan Kak Memi, seorang pedagang kebutuhan mahasiswa baru untuk PKKMB di UNG, bahwa PKKMB dilaksanakan UNG benar-benar menambah penghasilannya.

“Keseharian saya, sebagai pengemudi angkutan umum bentor. Tetapi, karena ada penerimaan mahasiswa baru di UNG, kami gunakan momen ini berjualan kebutuhan mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan. Pendapatan saya berjualan kebutuhan mahasiswa ini, bisa melebihi penghasilan saya mengemudi Bentor,” ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Papa Fahri ini sampaikan lagi, sudah lebih dari 20 tahun Ia berjualan kebutuhan mahasiswa baru setiap momen penerimaan mahasiswa baru di UNG.

“Lebih dari 20 tahun saya berjualan di depan Toko Mufida. Modal saya siapkan Rp 1 juta, dan keuntungan bisa mencapai sekitar Rp 5 juta,” terangnya.

“Saya berjualan kebutuhan mahasiswa baru sejak Rektor UNG masih Pak Nelson, dan sekarang Rektor UNG sudah Pak Eduart Wolok, bahkan Pak Eduart sudah dua periode sebagai Rektor UNG. Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Rektor, karena masih memusatkan penerimaan mahasiswa baru di Kampus Satu. Sebab kami tahu, kampus UNG ini ada lebih dari satu,” timpalnya menutup.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di