Sirasinja Segera Diupgrade, BKD Rubah Sistem Penilaian Kerja ASN

oleh
Sirasinja.
Suasana apel pegawai di lingkungan Pemprov Gorontalo yang digelar di Halaman Rujab Gubernur.
banner 468x60
HABARI.ID I Sirasinja atau sebuah sistem pengukur kinerja para aparatur sipil negara, milik BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Gorontalo segera diupgrade. Hal ini guna mendorong perubahan sistem penilaian kinerja, yang obyektif dan berazaskan keadilan.

BKD Provinsi Gorontalo akan mereformulasi atau mengupgrade Sirasinja ASN, agar kinerja para aparatur negara di lingkungan Pemprov Gorontalo lebih baik kedepan.

“Upaya strategis yang akan kami lakukan yakni dengan mereformulasi Sirasinja. Nantinya, indikator-indikator penilaiannya lebih terukur, objektif dan akuntabel…,”

banner 468x60

“Pengukuran tidak semata berdasarkan absen datang dan pulang tepat waktu,” ungkap Kabid Mutasi BKD Provinsi Gorontalo Sri Wahyuni D. Matona.

Formulasi terbaru Siransija, kata Wahyuni, akan mewajibkan pendokumentasian aktivitas kerja secara harian berdasarkan penetapan target SKP.

Setiap ASN wajib memenuhi target kinerja 300 menit setiap hari. Jam lembur dan hari libur namun digunakan untuk bekerja bisa diakumulasi ke hari dengan jumlah jam kerja yang minim.

“Jadi misalnya hari Jumat seorang ASN kebetulan lagi tidak banyak kerjaan, hanya bisa memenuhi 200 menit …”

“Hari Sabtu harusnya llibur digunakan untuk lembur, maka pekerjaannya itu bisa menutupi nilai pada pekerjaan hari sebelumnya,” beber Wahyuni.

banner 468x60

Ia mengatakan, sistem Siransija yang baru menjadikan pengukuran kinerja menjadi proporsional dan berkeadilan. ASN dengan jabatan yang sama bisa berbeda pembayaran TKD bergantung kinerja hariannya.

“Kita berharap tidak ada lagi “PNS 804” (Datang pukul 8 pagi, pulang pukul 04 sore) yang kerjanya absen pagi dan absen sore….,”

“Kita ingin menekankan pengukuran kinerja ASN melalui pendokumentasian aktivitas harian secara periodik melalui Laporan Aktivitas Harian (LAH) dan menilai perilaku kinerja oleh atasan langsung,” pungkas Wahyuni.

Persentase SKP dengan instrumen LAH pada etos kerja Siransija yang baru memiliki bobot 70 persen.

ASN yang biasanya datang dan pulang tepat waktu tapi tidak berkinerja maka penilaiannya hanya akan mendapatkan 30% pada kinerja bulan berjalan.(fp/habari.id).

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan