Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Tulungagung Reboisasi Lereng Wilis

oleh

HABARI.ID, TULUNGAGUNG I Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung melakukan kegiatan penanaman pohon di Lereng Wilis Desa Nglurup Kecamatan Sendang. Minggu (5/6/2022).

Acara pelestarian lingkungan itu digelar dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia Tahun 2022 dan diikuti oleh Relawan dan Penggiat Lingkungan se-Kabupaten Tulungagung serta Laznas Lembaga Manajemen Infaq yang bersinergi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur.

banner 468x60

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak yang membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan dalam upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup ini,” katanya.

Menurut Santoso, kegiatan penanaman yang digelarnya adalah satu bentuk usaha bersama dalam rangka menghijaukan kembali alam, sehingga bisa
berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan menanam pohon di kawasan yang telah terdegradasi, reboisasi dapat membantu lingkungan dengan menjamin, atau mempercepat pembentukan kembali struktur hutan yang sehat dengan menumbuhkan kembali kanopi hutan dan melestarikan keanekaragaman hayati dalam ekosistem.

“Penanam pohon juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema Satu Bumi Untuk Masa Depan,” ucap Santoso

Tema ini, lanjutnya, berfokus dan mengajak seluruh masyarakat dunia untuk hidup secara berkelanjutan dan harmonis dengan alam serta menekankan pada aksi yang transformatif ramah terhadap lingkungan. Maka dari itu sudah sepantasnya semua masyarakat memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam yang ada di Kabupaten Tulungagung.

banner 468x60

Santoso menjelaskan, penanganan wilayah kritis pada Kawasan Hutan di Kabupaten Tulungagung harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, perawatan, pemeliharaan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat untuk menjaga agar pohon yang kita tanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat menghasilkan perubahan dengan tujuan mengatasi permasalahan lingkungan.

Indikator dari sebuah kawasan alam yang sehat ialah tersedianya air dan udara dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk berbagai keperluan, terjaganya keanekaragaman hayati dan produktivitas
lahan, serta berkurangnya bencana-bencana hidrologis seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan.

“Semua ini merupakan prasyarat untuk masyarakat yang sejahtera. Bila Lingkungan kelestariannya terjaga, maka masyarakat yang hidup disekitar lingkungan tersebut akan sehat dan sejahtera,” jelasnya

Sebagai Kepala Dinas yang membidangi lingkungan, Santoso berharap kegiatan sosial ini bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi kegiatan ini nantinya harus ada tindak lanjutnya, ketika kita sudah melaksanakan penanaman pohon tentunya harus ada perawatan, pemeliharaan, pengawasan dan juga peran masyarakat desa untuk menjaganya.

“Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan ini nantinya dapat berguna untuk masa depan generasi penerus kita dan memberikan kontribusi pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan berkelanjutan,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap melalui semangat gotong royong dalam Gerakan Penanaman Pohon dan Peduli Lingkungan, akan terbentuk lingkungan yang sehat, hijau dan lestari sehingga dapat memberikan kontribusi pada semua masyarakat. (Fal)

Baca berita kami lainnya di


banner 468x60

Tinggalkan Balasan