HABARI.ID, KABUPATEN MOJOKERTO I Menjaga kelestarian alam dan sungai di Bumi Majapahit Kabupaten Mojokerto, sampai saat ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Hal itu seperti disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat menghadiri kegiatan konferensi sungai Indonesia Senin (27/07/2027).
“Sungai adalah sumber utama ketahanan pangan. Aliran airnya menyiram sawah dan ladang, menjadi tempat hidup ikan, serta memberi air bersih untuk warga. Menjaga kebersihan sungai sangat penting agar ketersediaan pangan tetap aman,” ujar Wakil Bupati Mojokerto akrab disapa Mas Wabup itu.
Selain itu, dalam kegiatan wisata Sumbergempong Ketapanrame Mas Wabup Mojokerto mengajak semua unsur melahirkan gagasan dan inovasi dalam memperkuat komitmen bersama melestarikan sungai.
“Saya berharap di momentum ini kita bisa bersama-sama memunculkan komitmen, gagasan, dan inovasi, karena seperti tadi yang disampaikan, di beberapa wilayah Indonesia ini banyak sekali permasalahan yang ada di sungai. Padahal sungai ini bukan cuma aliran air mengalir saja, dengan kondisi yang sekarang ini, sungai menjadi penopang ketahanan pangan di beberapa daerah, dan juga sebagai sumber air bersih,” jelasnya.
Terakhir Wakil Bupati Mojokerto berharap, masyarakat bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melestarikan sungai. Terutama sungai-sungai di Kabupaten Mojokerto yang rawan menjadi langganan banjir. Ia turut mengimbau pada masyarakat yang hidup bersebelahan langsung dengan sungai, agar rutin kerja bakti bersih-bersih sungai agar tidak terjadi penumpukan endapan pada pintu-pintu air.
“Sungai adalah milik kita bersama, saya berharap masyarakat atau pemerintah desa mempunyai program yang sekiranya simpel saja. Ada kerja bakti membersihkan sungai di sekitar wilayahnya saja, tidak usah jauh-jauh. Di desa masing-masing dibuat ritme atau rutinitas, saya kira itu akan bisa berdampak secara pelan-pelan,” paparnya.
Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat sendiri mendukung kegiatan konferensi sungai Indonesia tahun 2026 tersebut.
Bahkan Ia memberikan apresiasi kepada pegiat lingkungan dari berbagai wilayah Indonesia, andil berkontribusi pada konferensi sungai.
“Saya terharu dengan teman-teman yang sekarang berkumpul dari seluruh Indonesia, alhamdulillah saya diundang, ya. Sehingga saya bisa bertukar pikiran dan pasti ada wewenang yang saya miliki, saya bisa gunakan untuk mengabulkan apa-apa yang masuk akal dari permintaan,” ujar Menteri Jumhur.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono sendiri yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur jelaskan, mengenai pemeliharaanm sungai sudah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kelestarian lingkungan, bagaimana sedimentasi dan sampah, memang perlu sekali kita mengedukasi masyarakatnya, dan tentu Gubernur sudah mencanangkan bagaimana Nawa Bhakti Satya, namanya Jatim Lestari. Dimana termaktub Nawa Bhakti Satya yang ke 9 bagaimana pemerintah mengupayakan, mengkoordinasikan dengan semua stakeholder, pentahelix untuk bersama-sama menjaga,” singkat Sekda Provinsi Jawa Timur.(ch4/habari.id).







