Langkah Strategis Gubernur Gusnar, Penentu Gorontalo jadi Tuan Rumah PENAS XVII

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat paparkan proses penetuan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII.(f/bink).

HABARI.ID, PEMPROV I Di tengah aksi klaim siapa yang paling berjasa atas kesuksesan PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026, akhirnya Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail sampaikan bagaimana proses penetapan Gorontalo sebagai tuna rumah event Nasional tersebut, pada konferensi pers bersama awak media Sabtu (28/06/2026) malam.

Dihadapan awak media, Orang Nomor Satu di Provinsi Gorontalo itu sampaikan bahwa penepatan tuan rumah pelaksanaan PENAS XVII tidak serta merta. Proses pemilihan daerah itu mulai dari tahun 2023, sampai pada tahap validasi dan verifikasi secara ketat dari Pemerintah Pusat, termasuk KTNA Pusat.

Pemerintah Pusat dan daerah saat itu diperhadapkan dengan proses tahapan Pilpres dan Pilkada tahun 2024, penetapan daerah calon tuan rumah PENAS XVII sempat tertunda. Akhirnya pasca penetapan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie, sebagai Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo pada tahun 2025, proses verifikasi pun dilanjutkan.

Nah, di tengah proses verifikasi tersebut muncul beberapa daerah termasuk Gorontalo, sebagai opsi tuan rumah pelaksanaan PENAS XVII. Gubernur Gusnar Ismail sempat khawatir PENAS XVII akan di gelar di Papua, karena di tandai dengan pelaksanaan program food estate di Papua saat itu.

“Saat itu, muncul empat provinsi kandidat yang diputuskan, yaitu Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan dan Gorontalo. Setelah penetapan empat kandidat tersebut, SK dari Menteri Pertanian tidak langsung terbit, melainkan baru direncanakan keluar pada Desember 2025. Di sela-sela rentang waktu tersebut, Kementerian Pertanian terus melakukan validasi dan verifikasi ketat untuk menentukan daerah mana yang paling pantas ..,”

“Gorontalo sempat terancam sebelum keputusan akhir pada Desember 2025. Proses verifikasi yang berjalan dinamis memunculkan pilihan-pilihan baru, yang disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan pertanian nasional saat itu. Salah satunya adalah mencuatnya program strategis Food Estate di Papua,” papar Gusnar.

Khawatir PENAS XVII akan digelar di Papua, akhirnya Gubernur Gusnar Ismail memberanikan diri bersama jajarannya terus berupaya meminta Gorontalo untuk jadi tuan rumah PENAS XVII. Tidak terkecuali melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian RI dan KTNA Pusat, memaparkan berbagai potensi pertanian dan perikanan di Gorontalo.

Tidak ada hasil yang mengkhianati proses, akhirnya tepat Desember tahun 2025 Gorontalo pun ditetapkan Pemerintah Pusat dan KTNA Pusat, sebagai tuan rumah pelaksana PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026.

Langkah strategis pun diambil Gubernur Gusnar Ismail dan jajarannya, melaksanakan launching persiapan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo, agar keputusan Pemerintah Pusat tidak lagi berubah-ubah.

“Kami mengambil langkah strategis, supaya tidak berubah-ubah lagi. Kami bikin perencanaan launching persiapan PENAS XVII, saat itu saya baru selesai bertemu dengan Menteri Pertanian,” pungkas Gusnar Ismail.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di