HABARI.ID, PEMPROV I PENAS (Pekan Nasional) XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 boleh saja berakhir, yang ditandai dengan kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke Gorontalo Rabu (24/06/2026), tetapi petualangan kontingen PENAS XVII asal Muaro Jambi, belum usai.
Siapa yang tak kenal dengan kontingen PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 asal Muaro Jambi, yang sempat viral karena menghadiri event nasional tersebut di Gorontalo menggunakan transportasi daerah, melintasi Selat Sunda sampai ke Gorontalo.
Pasca mengikuti rangkaian PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026, termasuk mengunjungi berbagai cagar budaya di Gorontalo. Kontingen PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 ini, kembali ke daerah melintasi Selat Makassar sampai ke Jambi.
Petualangan Kontingan PENAS XVII asal Muaro Jambi kali ini sedikit berbeda, karena transportasi mereka tumpangi beragam. Star dari Gorontalo menggunakan transportasi darat menujur Kota Daeng Makassar, dan menggunakan Kapal Penumpang dari Makassar menuju Surabaya.
Selama 41 jam 29 menit diatas laut, Kontingen PENAS XVII asal Muaro Jambi akan menikmati pemandangan indah disempanjang 829 km dari Makassar sampai Surabaya.
Ketika Tiba di Kota Pahlawan Surabaya, Kontingen PENAS XVII asal Muaro Jambi kembali menunmpangi transportasi darat menuju Jakarta, dan dari Ibu Kota Negara itu mereka menumpangi pesawat menuju Jambi.
“Selama mengikuti PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 di Gorontalo, kami dari Jambi sangat senang, bangga dan berterima kasih terutama kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Karena sudah memberikan pelayanan yang baik kepada kami, apalagi kami bisa menjalin silaturahmi dengan masyarakat Gorontalo yang ramah selama tinggal di pemondokan,” ungkap Ketua Kontingen yang juga Sekretaris KTNA Provinsi Jambi, Hi. Yurselly, saat di hubungi terpisah melalui selular.
Menurut Hi. Yurselly, PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo bukan akhir dari cerita masyarakat Jambi bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Gorontalo. Karena kedepannya ada momen yang tepat, Pemerintah Provinsi Jambi bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk kepentingan dua daerah.
“Kesan lain kami dilayani dengan baik oleh seluruh unsur LO terutama Pak Kaban Keuangan Provinsi Gorontalo. Artinya, PENAS XVII di Gorontalo menjadi sebuah momen penting dan strategis yang dapat melahirkan sebuah sinergitas, antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Apalagi kami dapat informasi, Komisaris Bank SulutGo, Ibu Rania Riris Ismail perempuan hebat berdarah Jambi yang bukan lain adalah menantu Pak Gubernur. Sebagai masyarakat Jambi, kami bangga. Karena putri asal Jambi punya peran penting dan strategis di Gorontalo,” pungkasnya.(bm/habari.id).







