PENAS XVII di Gorontalo Sukses: ‘Pijakan’ Baru Prabowo dan Gusnar Menuju Dua Periode

oleh
oleh
Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.(f/bink).

HABARI.ID, POLITIK I PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, yang berlangsung sejak Sabtu (20/06/2026) sampai Kamis (25/06/2026), menghadirkan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan dan Presiden RI, Prabowo Subianto di penghujung kegiatan, memang sudah selesai dan sukses. Tetapi tidak dengan ceritanya, yang bisa tertanam lama di pikiran masyarakat yang merasakan dampak positifnya serta puluhan ribu peserta dari bergaia daerah.

Event nasional yang terpusat di Kabupaten Gorontalo dihadiri puluhan ribu petani dan nelayan, yang mewakili 162 juta petani dan 14 juta nelayan Tanah Air asal 38 provinsi itu, bukan hanya seremonial yang ikut dimeriahkan sejumlah menteri, wakil menteri dan kepala daerah saja. Tetapi secara politik, PENAS XVII tahun 2026 di Gorontalo bisa menjadi ‘pijakan’ baru menuju dua periode pada pemilu akan datang, baik Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dan Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo.

PENAS XVII tahun 2026 di Gorontalo, laksana pemilu baik Pilpres dan Pilgub menampilkan dekorasi panggung megah. Menghadirkan puluhan ribu masyarakat wajib pilih dari penjuru Indonesia termasuk Gorontalo, mendengkarkan kesuksesan Prabowo Subianto menjabat Presiden RI pada periode pertama dan menyaksikan keberhasilan Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo di periode pertama.

Faktanya, Prabowo Subianto sukses menjabat Presiden RI karena mampu mensejahterakan masyarakat dari tingkat bawah seperti petani dan nelayan. Kesejahteraan petani naik 127 persen di era Prabowo Subianto, harga pupuk di Tanah Air turun 20 persen dan mendapatkan pengakuan dari FAO (Food and Agriculture Organization), sebagai negara nomor empat di dunia dalam produksi pupuk. Bahkan hanya di era Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, negara mendapat keuntungan sebesar Rp 200 triliun dari pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian.

Demikian pula dengan Gusnar Ismail, secara fakta hanya di era Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo naik signifikan hanya dengan waktu empat hari. Salah satunya bisa dilihat dari tingkat hunian hotel yang tersebar di Gorontalo baik berbintang dan nonbintang, mencapai 100 persen. Sebanyak 593 kamar hotel berbintang dan 981 kamar hotel nonbintang, yang secara total ada 1.574 kamar hotel terisi penuh dimanfaatkan peserta, pendamping, panitia dan tamu baik lokal dan luar Gorontalo.

Dari sisi ekonomi, sektor perhotelan memperoleh manfaat yang cukup besar. Selama empat hari pelaksanaan PENAS XVII, hotel berbintang mencatat pendapatan sekitar Rp 5,34 miliar, sedangkan hotel nonbintang menghasilkan pendapatan sekitar Rp4,41 miliar. Secara keseluruhan, total pendapatan sektor perhotelan mencapai sekitar Rp 9,75 miliar.

Tidak hanya itu saja, hanya di kepemimpinan Gusnar Ismail pendapatan pemilik kos-kosan dan pemilik rumah sewa yang mencapai Rp 420 juta selama empat hari. Termasuk kos-kosan elit yang memiliki 25 kamar yang terisi penuh, mendapat penghasilan sebesar Rp 30 selama empat hari. Jika diakumulasikan pendapatan hotel, rumah sewa dan kos-kosan, mencapai Rp 10,2 miliar.

Keberhasilan baik Prabowo Subianto dan Gusnar Ismail, tidak akan pernah dilupakan masyarakat. Bahkan masyarakat sendiri akan menceritakan kembali, bagaimana mereka merasakan program dan kegiatan selama kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden dan Gusnar sebagai Gubernur.

Jika Prabowo Subianto, Gusnar Ismail sudah siap bertarung kembali pada pemilu baik Pilpres dan Pilgub akan datang, lantas selama beberapa tahun kedepan apakah mereka berdua mampu, merawat kesukseskan yang sudah mereka ukir di benak masyarakat?. Wallahualam bishawab.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di