Kopdar Tani dan Nelayan, Wamentan Sudaryono Puji Gubernur Gusnar

oleh
oleh
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan H. Abdul Kadir Karding, berbincang di acara Koprda Tani dan Nelayan.(f/bink).

HABARI.ID, PEMPROV I “Gorontalo ini ibarat bayi yang dirawat dengan baik Pak Gubernur. Mulai dari jabatan sebagai Kadis Pertanian, kemudian Sekretaris Daerah, lanjut sebagai Wakil Gubernur dan sekarang Gubernur Provinsi Gorontalo. Saya yakin, anda (Gubernur Gusnar.red) mencitai profesi ini lebih dari apapun. Terima kasih Pak Gubernur,” ungkap Wamentan RI akrab disapa Mas Dar itu, saat menyampaikan sambutan pada Koprda Tani dan Nelayan di Aula Univeritas Gorontalo, Selasa (23/06/2026) dihadiri ratusan peserta PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026.

Keberhasilan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai daerah penyelenggaran PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026, membuat Wamentan RI Sudaryono siap berkolaborasi dan mengucurkan sejumlah anggaran di bidang pertanian untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Kalau butuh program pertanian, apapun itu kami siap kasih. Apalagi bawang putih, Pak Gubernur. Kami targetkan dalam jangka waktu 3, 4 sampai lima tahun kedepan sudah swasembada. Kalau di Gorontalo ada lahan tinggi, Pak Gubernur tolong infokan ke kami. Kami siap bantu, tidak banyak luas lahannya Pak Gubernur, hanya sekitar 100.000 hektare,” terang Wamentan RI Sudaryono.

Peran serta pertanian sangat penting dan strategis untuk bangsa dan negara, apalagi sekarang ini sudah swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pak Presiden RI, Prabowo Subianto ini adalah mantan Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia). Sehingga Pak Presiden RI itu sangat senang dengan kegiatan PENAS ini, sebap beliau sering juga menghadiri PENAS. Karena banyak solusi terkait pertanian dalam kegiatan PENAS seperti yang saat ini berlangsung di Gorontalo,” jelasnya.

Hal tersebut tentunya sebuah pencapaian yang sama-sama dicita-citakan masyarakat di Indonesia, karena negara tidak lagi ada impor, impor dan impor. “Karena kita semua baik pemerintah pusat dan daerah terus berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat, termasuk mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi petani. Salah satu solusi untuk pertanian itu, perbanyak menanam sehingga banyak panen,” ungkap Wamentan RI Sudaryono.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di