HABARI.ID I Erwin Ismail yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Gorontalo, memang benar anak dari Gusnar Ismail, Gubernur Provinsi Gorontalo. Tetapi sebagai wakil rakyat, Erwin Ismail bukan berarti tidak bisa mengkritik dan memberi warning kepada Gubernur Provinsi Gorontalo, Gusnar Ismail, sekalipun itu ayahnya.
Kritik itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo Senin (15/06/2026), saat Erwin Ismail menyampaikan pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat. Sekaligus, menjadi pengingat untuk Gubernur Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail, karena Erwin Ismail menilai kebijakan fiskal pada tahun 2027 dikhwatirkan masih akan mengalami pengetatan dan efisiensi dari Pemerintah Pusat.
“Kami dari Fraksi Partai Demokrat, memerikan masukan kepada Pak Gubernur. Pak Gubernur menyinggung soal catatan tentang RPJMD, terkait pembangunan. Secara resmi fraksi kami (Partai Demokrat DPRD Provins Gorontalo.red), ingin mengingatkan atau warning kepada Pak Gubernur serta jajaran. Tadi Pak Gubernur menyebut soal semua pembangunan yang ada di Provinsi Gorontalo, sumber utamanya adalah RPJMD,” ungkap Erwin dalam forum.
Menurut Erwin Ismail, keterbatasan fiskal di tahun 2026 bukan hanya dialami Pemerintah Provinsi Gorontalo, tetapi seluruh Pemerintah Daerah di Tanah Air. Bahkan Erwin Ismail khawatir, di tahun anggaran 2027 Pemerintah Pusat masih akan mengurangi fiskal itu dengan alasan efisiensi anggaran. Hal tersebut turut menjadi warning bagi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama jajarannya, apalagi Erwin Ismail sendiri sempat melihat di beberapa chanel informasi, banyak kepala daerah mengeluhkan kondisi fiskal atau anggaran di daerah mereka.
“Ini menjadi warning bagi seluruh Pemerintah Daerah dan kita juga mengikuti beberapa chanel-chanel informasi, banyak kepala daerah yang mengeluhkan soal fiskal atau anggaran daerah. Kita tahun bersama Provinsi Gorontalo, saat ini sedang berharap tentang DBH yang juga belum pasti secara hitung-hitungannya. Kemarin kami ke Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian ESDM RI, menanyakan hal serupa. Tetapi sampai hari ini pun kami belum mendapatkan angin surga pun belum, harapan itu belum bisa kita pastikan di tahun 2027 kedepan akan seperti apa,” jelas Erwin dihadapan Gubernur Gorontalo dan pimpinan DPRD.
Saran Erwin Ismail kepada Gubernur Provinsi Gorontalo dan seluruh jajarannya, melakukan komunikasi dengan DPRD Provinsi Gorontalo jika dalam kerangka RPJMD itu tidak di dukung oleh fiskal yang baik, atau tidak di dukung oleh support anggaran dari pusat. Tidak hanya itu saja, Erwin Ismail sendiri menyampaikan bahwa masih ada peluang untuk revisi dokumen RPJMD.
“Kami masih memberikan sedikit membuka ruang untuk revisi perbaikan RPJMD, ini penting kita bahas. Karena keterkaitannya juga, dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD di tahun-tahun kedepan. Kita juga beberapa saat lagi, akan memasuki terkait dengan hal itu yakni KUA PPAS. Jadi setelah perubahan, kemudian kita akan masuk di induk 2027. Ini penting bagi kami, komunikasi dua arah antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan DPRD, tentang bagaimana postur anggaran kedepan, terkait juga dengan capaian-capaian target Pak Gubernur dan Wakil Gubernur kedepan yang bersumber dari RPJMD itu sendiri,” pungkas Erwin Ismail.(bm/habari.id).







