Menjaga Indonesia

Festival Internasional Jadikan Kelapa Komoditas Strategis Nasional

HABARI.ID I Festival Kelapa Internasional yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Selasa (22/09/2020), turut menjadikan kelapa sebagai komoditas strategis Nasional.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo jelaskan, karena salah satu fokus kegiatan tersebut adalah terkait pengembangan pertanian di sektor komoditas Kelapa.

Bahkan sudah dibahas dan melibatkan seluruh anggota KOPEK (Koalisi Kabupaten Penghasil Ekspor Kelapa) dan ICC (International Coconut Community).

“Festival untuk mempertemukan seluruh elemen pemerintahan hingga kelembagaan, dalam mencari solusi tentang pengembangan ekspor komoditas kelapa …”

“Terlebih Kabupaten Gorontalo juga anggota dari Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa Indonesia, suatu organisasi skala nasional yang menjadi wadah bagi Kabupaten-kabupaten penghasil kelapa …”

“Dengan adanya ini, maka kita bisa mengembangkan komoditas kelapa kita, mendorong agar kelapa bisa menjadi komoditas strategis nasional,” kata Nelson Pomalingo juga ketua KOPEK.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo jelaskan, Festival Kelapa Internasional ini membahas berbagai kendala dan masalah, yang dihadapi oleh para petani kelapa.

“Kita berusaha membuat harganya stabil, kita upayakan seperti jagung, kalau jagung sudah ada patokan harganya, sedangkan kelapa belum …”

“Inilah yang akan kita lakukan, untuk sekarang kita upayakan modal bagi mereka, agar tidak terlalu terikat dengan tengkulak,” kata Rahmat Pomalingo.

Berbagai upaya telah mereka lakukan untuk peningkatan produktifat kelapa tersebut. Seperti dengan memberikan pendampingan pengurusan modal, bagi para petani lewa program KUR.

Pengurusan modal ini, akan membantu petani keluar dari pusaran intervensi harga tengkulak, yang mengikat para petani lewat pembayaran awal atas hasil panen mereka.

Selain membahas tentang harga dan pengembangan komoditas kelapa, dirinya mengapresiasi para komunitas Bonsai Kelapa yang sudah ikut berpartisipasi dalam Festival internasional tersebut.

“Setidaknya sebanyak 250 Komunitas ikut dalam festival yang digelar di Taman Budaya Limboto. Festival tersebut digelar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan covdi-19 …”

“Bahkan para pengunjung di batasi jumlahya dan kegiatan hanya digelar sampai sore hari,” pungkasnya.(dwi/habari.id).