HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Demo di Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo nyaris rusuh, karena diduga kuat ada penyusup yang diduga menjadi provokator dalam akasi damai dilakukan ratusan massa dari Yaphara (Yayasan Pembela Hak-Hak Rakyat) Gorontalo Rabu (09/09/2026).
Dialog antara Perwakilan massa aksi dengan Kepala Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Moch. Andri WP, di ruang Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, awalnya berlangsung baik.
Bahkan sempat terjadi tanya jawab antara perwakilan massa aksi dengan Kepala Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, tentang regulasi sampai dengan laporan di Polda Gorontalo.
Namun situasi mulai memanas saat unsur perwakilan massa aksi meminta, bahwa dialog tersebut jangan kaitkan dengan laporan di Polda Gorontalo. Tetapi Kepala Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo sendiri, masih mengait-ngaitkan dengan laporan di Polda Gorontalo.
Parahnya lagi, situasi dialog yang memanas tadi nyaris rusuh diduga akibat pernyataan Kepala Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, yang tidak sesuai dengan dokumen foto yang dimiliki unsur mass aksi.
Di tengah situasi yang memanas tersebut, massa aksi menduga ada seorang penyusup mengenakan pakaian warna hitam dalam dialog tersebut, sampai situasi yang memanas sempat tak terkendalikan.
Beruntung ratusan personil sudah berjaga-jaga dalam ruang Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, sehingga dialog yang nyaris rusuh tersebut langsung diamankan.
Kabag Ops Polresta Gorontalo Kota, Kompol Ondang Zakaria sampaikan, ada sebanyak 150 personil yang diturunkan Mapolresta Gorontalo Kota serta Polsek jajaran.
“Ada sebanyak 150 personil yang kami turunkan, sehingga situasi di lokasi demo bisa terkendalikan dengan baik meski sempat ada gerakan. Setelah menggelar demo, massa aksi langsung bergerak keluar. Kami sebisa mungkin melakukan pengamanan di lokasi demo, apalagi ini berdekatan dengan kawasan permukiman warga,” pungkasnya.(bm/habari.id).






