HABARI.ID, PEMPROV I “Hari-hari terakhir ini saya dituding mempengaruhi alam pikiran Menteri Kebudyaaan RI, dalam persoalan cagar budaya. Saya nyatakan di forum yang terhormat ini, demi Allah SWT tidak ada seperti itu,” Kata Gubernur Gusnar saat memberikan sambutan pada Paripurna Ke 103, Ranperda tentang perubahan atas perubahan Perda nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Senin (7/9/2026).
Di hadapan forum resmi rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo tersebut, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menjelaskan bagaimana kronologis pertemuannya dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat itu.
Dimana pertemuan antara Gubernur Gorontalo dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon sudah dimulai jauh sebelum Cagar Budaya dipersoalkan di Gorontalo.
“Pertemuan saya dengan Pak Menteri (Fadli Zon.red) pertama Senin Tanggal 25 Oktober 2025, jauh sebelum ini ada (Cagar Budaya.red). Pertemuan kedua saya dengan Pak Menteri Kebudayaan RI, beberapa minggu lalu. Itu semata-mata untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional dari Tokoh Provinsi Gorontalo. Tidak ada urusan dengan Cagar Budaya,” terang Gubernur dalam sambutannya di rapat Paripurna.
Tidak hanya itu lanjut Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Ia juga meluruskan terkait pertanyaan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon terhadap dirinya mengenai Gorontalo yang lagi viral tentang Cagar Budaya.
“Yang terjadi pada pembicaraan saat itu, ketika saya selesai memaparkan calon penerima gelar Pahlawan Nasional, Pak Menteri (Fadli Zon.red) bertanya ke saya. Pak Gubernur, Gorontalo itu lagi viral ya? Kemudian Pak Menteri menghadap ke Direktur dan Dirjennya, yang saat itu hadir. Jadi yang menjawab pertanyaan itu bukan saya, tetapi Direktur dan Dirjennya Pak Menteri. Bahwa ini ada A, B, C sampai Z,” ungkap Gubernur Gorontalo.
Terakhir Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail katakan, dalam pertemuan di Kementerian Kebudayaan RI beberapa pekan lalu itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera melakukan rekonstruksi ulang.
“Pak Menteri Kebudayaan RI meminta kepada kami (Pemerintah Provinsi Gorontalo.red), bukan saya yang minta. Jika anggarannya sudah ada maka segera melakukan rekonstruksi ulang. Kedua permintaan Pak Menteri Kebudayaan RI, membicarakan kembali dengan Pemerintah Kota Gorontalo terkait Benteng Otanaha, karena masih ada bangunan-bangunan di kawasan Benteng Otanaha,” pungkas Gubernur.(bm/habari.id).






