HABARI.ID, PEMPROV I Banyak jalan menuju roma. Pepatah klasik ini ditujukan kepada kontingen PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 asal Provinsi Jambi, yang rela menempuh jalur darat berjarak sekitar 3.800 km hanya untuk menghadiri dan mengikuti PENAS XVII yang terpusat di Provinsi Gorontalo.
Di tengah tingginya harga tiket transportasi udara atau pesawat sekarang ini, tidak membuat semangat kontingen asal daerah Bumi Melayu itu redup untuk andil dalam event nasional PENAS XVII tahun 2026 di Gorontalo.
Kegigihan enam orang peserta PENAS XVII asal Provinsi Jambi ini tak bisa dibendung, tepat Sabtu (13/06/2026) akhir pekan lalu mereka memulai perjalanan jalur darat itu dengan melintasi Selat Sunda.
Dengan bekal yang mereka miliki mampu melalui perjalanan Daerah Tanggerang sampai Surabaya, dan sukses menyeberangi Luat Sulawesi tepatnya di Makassar. Saat berada di Daerah Kota Daeng, kontingen PENAS XVII asal Jambi ini memiliih jasa transportasi darat disediakan PT Borlindo Mandiri Jaya menuju KOta Palu, Sulawesi Tengah.
Di dalam Buss ukuran besar yang di lengkapi fasilitas memadai, enam orang kontingen PENAS XVII asal Provinsi Jambi begitu menikmati perjalanan mereka dari Kota Makassar sampai Kota Palu sekitar 18 jam dengan jarak sekitar 829 km.
Rupanya enam orang kontingan PENAS XVII asal Provinsi Jambi ini, merasa belum lengkap jika tidak menikmati suasana perjalanan dari Kota Palu menuju Gorontalo. Akhirnya saat tiba di Kota Palu, mereka memutuskan menumpangi transportasi darat di Daerah berjuluk Kota Lima Dimensi itu.
Selama sekitar 20 jam dengan jarak tempuh sekitar 400 km dari Kota Palu ke Kabupaten Gorontalo menggunakan transportasi darat, enam orang kontingen PENAS XVII asal Povinsi Jambi ini dipastikan tiba hari ini di daerah Bumi Serambi Madinah.
Menurut mereka PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, bukan hanya tentang bagaimana kontribusi Provinsi Jambi untuk masa depa petani dan nelayan di Tanah Air. Tetapi juga menyangkut komitmen setiap peserta PENAS XVII, dari mulai cerita perjalanan yang mereka ukir sampai tujuan ingin dicapai bersama.
Seperti disampaikan Luthfi Noor, satu dari enam peserta PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 asal Provinsi Jambi yang menempuh jalur darat. “PENAS XVII di Gorontalo, bukan hanya tentang komitmen serta kontribusi untuk negeri. Tetapi ada banyak cerita unik dan menarik dari perjalanan kami, bagaimana menyukseskan PENAS,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel sendiri saat di hubungi terpisah menyampaikan, khusus kontingen PENAS XVII Petani dan Nelayan asal Provinsi Jambi itu berjumlah sebanyak 50 orang.
“Saat ini sudah ada beberapa peserta PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 asal Provinsi Jambi, yang tiba lebih awal di Gorontalo termasuk Ketua Rombongan PENAS asal Jambi. Untuk enam peserta yang menempuh jalur darat, akan kami terima langsung di rumah pemondokan,” ujarnya.
“Kami tentunya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta PENAS XVII asal Provinsi Jambi, yang begitu antusias menghadiri event nasional ini. Apalagi ada rombongan yang menempuh jalur darat,” timpalnya menutup.(bm/habari.id).







