Menjaga Indonesia

PataliGorontalo, Aplikasi Pasar Online: Sebuah Ikhtiar Menghidupkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

HABARI.ID I PataliGorontalo, sebuah aplikasi pasar online yang dirancang untuk membantu masyarakat pedagang di tengah wabah virus Corona. Platform perdagangan elektronik ini juga menjadi salah satu terobosan pemerintah kabupaten Gorontalo melalui kolaborasi peran beberapa Dinas terkait, untuk menghidupkan kembali ekonomi dan aktivitas perdagangan yang lesu pasca pemberlakuan kebijakan penanganan Covid-19.

Kadis Kominfo Kabupaten Gorontalo Haris Tome mengungkapkan, pembuatan aplikasi PataliGorontalo ini masih dalam fase penyempurnaan. Namun untuk bisa segera membantu pedagang, layanan ini untuk sementara waktu, masih dalam bentuk website.

“Jadi nanti, di PataliGorontalo itu akan menjual berbagai macam bahan pangan kebutuhan sehari-hari…”

“Pada prinsipnya aplikasi ini akan mengadopsi model e-katalog, dan kita coba dengan memperhatikan pencapaiannya termasuk pembiayaannya,” jelas Haris Tome.

Haris Tome mengakui pembuatan aplikasi ini, membutuhkan waktu lama. Yang baru bisa dilakukan adalah menyediakan website sementara sebagai simulasi dari aplikasi tersebut. Rencananya sebelum akhir Mei, website ini sudah bisa digunakan.

Pasar Online
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Haris S. Tome.[foto_dwi/habari.id]
“Jadi aplikasi ini digodok oleh lintas sektor, mulai dari Dinas Perdagangan, Perhubungan, dan Dinas Kominfo. Peran lintas sektor ini akan menjadi dorongan untuk menciptakan daya saing bagi masyarakat meski di tengah pandemi Covid-19,” jelas Haris Tome.

Dalam website awal PataliGorontalo itu juga, selain komoditas menjual bahan pangan kebutuhan harian seperti beras, minyak kelapa, buah-buahan dan lainnya, juga akan disiapkan ruang untuk masyarakat penjual jasa, seperti servis jam bahkan hingga sol sepatu.

“Kita masih merancangnya ini, dan sudah setengah jalan. Yang paling utama adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan laman online shop ini. Aplikasi ini dibuat sedemikian rupa agar mudah dipahami dan dimengerti oleh para pedagang,” jelas Haris Tome.

Aktivitas jual-beli di pasar tradisional, kata Haris, terlalu berisiko karena memungkinkan bagi terjadinya penularan virus Corona. Pasar online, bisa menjadi solusi.

Hal yang sama di sampaikan Kabid Pasar Dinas Perdagangan, Rahmanto. Menurutnya pasar online ini sebagai upaya dan solusi untuk membuat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, terutama aktivitas jual beli kebutuhan sehari-hari.

“Jual beli berbasis online ini, bisa meminimalisir jumlah orang yang ke pasar. Dengan akses yang tidak rumit, masyarakat bisa dengan mudah pula mendapatkan barang-barang atau bahan pangan yang dibutuhkan hanya melalui jual-beli online,” jelas Rahmanto.

Sistem pasar online ini akan diberlakukan di 3 pasar di Kabupaten Gorontalo. Dimana setiap pasar akan dilengkapi dengan jaringan Wifi gratis yang dapat memudahkan pedagang untuk bisa mengakses ke laman pasar online.

Selain itu, para pedagang tak perlu khawatir, sebab dalam penggunaan sistem ini akan didampingi oleh pihak Dinas Kominfo dan Dinas Perdagangan.

“Kita juga akan berdayakan para tukang bentor. Mereka nantinya yang akan jadi kurirnya. Kita sementara atur tarif yang tentunya tidak membebankan masyarakat,” jelas Rahmanto.(dwi/habari.id)