Menjaga Indonesia

Angka Kemiskinan Provinsi Gorontalo Turun Sampai 15,31 Persen

HABARI.ID I Gubernur Gorontalo Rusli Habibie jelaskan, secara Nasional di tahun 2019 angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo menurun sampai 15,31 persen. Dari angka sebelumnya di tahun 2018, yang menembus akang 15,52 persen.

Angka kemiskinan Provinsi Gorontalo menurun sampai 15,31 persen itu, diungkapkan Gubernur saat mengikuti rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo.

Selasa (21/04/20), tentang LKPJ (Laporan Keterangan Pertangungjawaban) yang digelar melalui Video Conference di Rumah Jabatan Gubernur.

“Menurunya angka kemiskinan ini, bukan hanya buah kinerja dari pihak eksekutif, tetapi juga bagian dari hasil yang diberikan oleh legislatif,” ujar Rusli.

Penurunan angka kemiskinan ini, terjadi juga pula pada sisi kesenjangan atau indeks gini, mengalami penurunan. Jika di tahun 2018 pada angka 0,42, maka di tahun 2019 kemarin turun sampai 0,41.

Perubahan ini didorong oleh pengurangan kesenjangan, diantara penduduk 40 persen terbawah tingkat kesejahteraannya.

Sementara pada indeks pembangunan manusia, cenderung membaik dari tahun ke tahun. Dimana pada tahun 2019 berhasil ditingkatkan menjadi 68,49 point.

Angka ini meningkat, jika dibandingkan dengan capaian di tahun 2018 silam, hanya beradapa pada angka 67,71 point.

“Untuk mengurangi kesenjangan dan penanggulangan kemiskinan, telah dilakukan pembanguna rumah hunian layak bagi masyarakat miskin, sebanyak 720 unit,” terang Rusli.

“Termasuk pembanguna rumah untuk korban bencana kebakaran 35 unit, operasi pasar sebanyak 85 kali dan bantuan pangan non tunai sebanyak 32.000 KPM,” timpal Rusli.

Untuk urusan kesehatan, jaminan pemeliharaan kesehatan di tahun 2019, yakni pada jumlah kuota premi Jamkesta yang dibayarkan pemerintah, 183.777 jiwa ke BPJS. Termasuk klaim perawatan dana talangan, sebanyak 83 jiwa.

Sedangkan dibidang pekerjaan umum kondisi mantap jalan, telah mencapai 59,20 persen dengan jumah panjang Jalan Provinsi yang dibangun dan ditingkatkan, sepanjang 16,44 Km.

“Panjang jalan strategis provinsi, jalan menuju pariwisata, potensi pertanian dan daerah transmigrasi yang dibangun 9,8. Panjang jalan provinsi yang dipelihara 170,75 Km,” jelas Rusli.

Beberapa hal tersebut kata Rusli, merupakan bagian dari program kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah di tahun 2019.

“Kami menyadari bahwa, pembangunan daerah di semua sektor tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dan tentunya masih ada kekurangan, sehingga dibutuhkan kekompakan antara kita semua baik eksekutif dan legislatif, untuk membangun daerah ini lebih baik kedepan,” tutup Rusli.(adv/50diq/habari.id).