Menjaga Indonesia

Angka Stunting di Kabupaten Gorontalo Tinggal 10,2 Persen

HABARI.ID, LIMBOTO I Angka stunting di kabupaten Gorontalo pada tahun 2020 ini, tinggal 10,2 persen. Capaian ini menjadi titik tolak keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam melawan stunting yang pada 4 tahun sebelumnya persentasenya mencapai 32 persen.

Sebagai 1 dari 2 daerah se-Indonesia yang menjadi percontohan dalam penanganan stunting, keberhasilan dalam menurunkan persentase, menjadi catatan istimewa di masa kepemimpinan Nelson Pomalingo sebagai Bupati.

“Ini masalah Nasional, ada kaitannya dengan SDM kita. Kita bersuyur dalam kurun waktu 4 tahun terakhir kita kita mampu menekan persentase stunting di angka 10,2 persen dari yang sebelumnya 32 persen,” kata Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo pada kegiatan Rembug Stunting yang digelar Senin (1307/2020).

Sebanyak 130 lokus atau desa percontohan penanganan stunting yang sudah ditangani oleh pemerintah kabupaten Gorontalo.

Capaian dalam penanganan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama ini, juga menempatkan kabupaten Gorontalo sebagai kabupaten yang mendapatkan nilai A atau dengan skor 36 untuk penyelesaian masalah terkait SDM itu.

“Tahun ini, kita targetkan selesaikan 60 lokus lagi, dan tahun depan sisanya. SDM yang baik, merupakan SDM yang tidak kerdil pada tumbuh kembang otaknya,” jelas Bupati yang pernah dipercayakan menjadi pembicara Internasional terkait masalah stunting itu.

Di Indonesia ini, menjadi masalah nasional dan terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Tercatat 30 persen warga di Indonesia mengalami stunting.

Upaya menekan angka stunting di tiap daerah menjadi penting mengingat stunting berimplikasi pada fisik dan tumbuh kembang otak manusia.(dwi/habari.id)