Pileg DPR RI Akan Datang: Siapakah Srikandi Gorontalo yang Layak?

oleh
oleh
ilustrasi habari.id.

HABARI.ID, POLITIK I Dua puluh lima tahun atau seperempat abad Provinsi Gorontalo berdiri, tidak banyak srikandi Gorontalo yang berhasil duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI. Kendati daerah berujuluk Bumi Serambi Madinah ini begitu banyak Tokoh Perempuan, yang terjun ke dunia politik dari tahun ke tahun.

Sejarah pertama srikandi asal Gorontalo duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI, dimulai oleh perempuan kelahiran 26 September 1951 yakni Truliyanti S.Habibie. Dengan hasil perolehan suara Pileg DPR RI tahun 2004 silam, bersama Partai Golkar Truliyanti S.Habibie meraih 254.525 suara. Keberhasilan Truliyanti S.Habibie saat itu, menempatkan dirinya di Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Gorontalo.

Sejarah yang sudah diukir Truliyanti S. Habibie tersebut, lima tahun berikut pada Pemilu tahun 2009 dilanjutkan Kasma Bouty, dari Partai Demokrat. Pada Pemilu 2009 silam tersebut Kasma Bouty sempat khawatir, karena bukan hanya Ia sendiri yang bertarung pada Pileg DPR RI 2009. Tetapi ada nama Uga Wiranto, yang bukan lain adalah istri Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, yang memimpin Partai Hanura sekitar satu dekade.

Namun dewi furtuna masih berpihak pada istri Iwan Bokings, eks Bupati Boalemo itu dan sukses meraih sebanyak 52.090 suara pada Pemilu 2009, setelah Roem Kono dari Partai Golkar dan A.W Thalib dari Partai Persatuan Pembangunan.

Pasca Truliyanti S.Habibie dan Kasma Bouty, tidak ada lagi srikandi yang mewakili kaum perempuan Gorontalo di Parlemen Senayan dari hasil Pemilu 2014. Akan tetapi, pada Pemilu 2019 Idah Syahidah Rusli Habibie mengulang sejarah yang pernah diukir Truliyanti S. Habibie sebelumnya.

Bukan hanya istri Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saja, yang ikut bertarung pada Pemilu 2019 silam itu. Ada beberapa caleg dari kaum perempuan, satu diantara istri Gubernur Dua Periode, Fadel Muhammad, yakni Hana Hasanah Fadel Muhammad yang membawa bendera Partai Persatuan Pembangunan. Pertaruang istri dua Gubernur Gorontalo saat itu bisa dikatakan sengit. Namun strategi Partai Golkar begitu kuat, sehingga berhasil menghantarkan Idah Syahidah Rusli Habibie, meraih 98.795 suara pada Pileg DPR RI tahun 2019.

Eksistensi Idah Syahidah Rusli Habibie selama di DPR RI, benar-benar dirasakan masyarakat dan berdampak untuk kemajuan daerah. Sehingga pada Pileg DPR RI tahun 2024 Idah Syahidah Rusli Habibie kembali ikut bertarung, meski saat itu sang suami Rusli Habibie juga maju sebagai calon Anggota DPR RI.

Selain Idah Syahidah Rusli Habibie, pada Pileg DPR RI tahun 2024 lalu ada sirkandi lain juga ikut bertarung. Mulai dari Fory Naway, saat itu berdiri bersama Partai Persatuan Pembangunan, kemudian eks Sekretaris Pemerintah Provinsi Gorontalo akrab disapa Prof. Winarni, dengan bendera Partai NasDem. Terakhir nama Reyna Usman, eks Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang kala itu maju menggunakan kendaraan politik PKB. Anehnya dari hasil Pileg DPR RI tahun 2024, diantara Tokoh-Tokoh perempuan tersebut tidak ada satupun terpilih sebagai anggota DPR RI.

Meski Pileg DPR RI 2024 saat itu sudah berakhir, tetapi perjuangan srikandi Partai Golkar Idah Syahidah Rusli Habibie, tidak pernah padam demi berbakti lebih banyak untuk masyarakat dan daerah. Dan akhirnya, Idah Syahidah Rusli Habibie pun memberanikan diri bertarung pada Pilgub 2024, dengan posisi sebagai Calon Wakil Gubernur Gorontalo mendampingi Gusnar Ismail sebagai Calon Gubernur Gorontalo.

‘Drama’ panjang Pilgub 2024 pun usai dan dilalui dengan sempurna pasangan GAS, Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie. Prestasi tersebut menjadi sejarah baru yang kedua diukir Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai srikandi Gorontalo dalam dunia politik, yakni terpilih sebagai perempuan pertama di Gorontalo menjabat Wakil Gubernur Gorontalo. Bersambung.

Baca berita kami lainnya di