25 Rumah Warga jadi Homestay untuk Peserta PENAS XVII Kontingen Sumsel

oleh
oleh
foto istimewa.

HABARI.ID, PEMPROV I Kontribusi masyarakat Provinsi Gorontalo khususnya mereka berdomisili di Kabupaten Gorontalo, dalam rangka menyukseskan PENAS (Pekan Nasional) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026, terus mengalir.

Hal ini terlihat dari peran serta masyarakat pemilik rumah, tepatnya di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo yang bersedia menjadikan rumah mereka sebagai homestay atau pemondokan kontingan peserta PENAS XVII.

Kepala Dinsosdukcapil (Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Provinsi Gorontalo, melalui Pejabat Fungsional Muda Bidang Linjamsos, Rano Saputra jelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tempat pemondokan peserta terlebih dahulu rumah-rumah warga ini dilakukan peninjauan.

“Kami sebagai bersama KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Sumatera Selatan, turun langsung melakukan peninjauan rumah yang akan dijadikan tempat pemondokan peserta PENAS XVII. Hasil dari peninjauan itu, kami menetapkan rumah warga yang memenuhi standar dan langsung dilakukan pemasangan stiker PENAS XVII,” ujar Rano.

“Alhamdulillah, pemondokan peserta kontingen Sumatera Selatan sudah siap. Tadi kami bersama Ketua KTNA Sumsel, tim terkait serta penanggung jawab pemondokan melakukan pengecekan langsung,” timpalnya.

Secara rinci Rano Saputra jelaskan, fasilitas yang tersedia di rumah-rumah warga mulai dari kamar tidur, kamar mandi dan toilet yang dinilai sudah memenuhi standar kebutuhan peserta selama mengikuti PENAS XVII.

Terkait dengan pemondokan peserta PENAS XVII ini, bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo, panitia pelaksana dan LO (Liaision Officer) sebagai bentuk pelayanan kepada peserta dari luar daerah.

“Kami sangat senang, karena masyarakat begitu antusias. Bukan hanya untuk menyukseskan PENAS XVII ini, tetapi mereka begitu siap menyambut kedatangan tamu-tamu dari luar Gorontalo. Bahkan mereka terus menanyakan jadwal kedatangan tamu-tamu peserta PENAS. Nah, untuk memastikan kenyamanan tamu peserta PENAS, kami mengutus petugas pendamping disetiap rumah warga,” paparnya.

Sementara itu Ketua KTNA Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Wancik, mengapresiasi kesiapan dilakukan panitia daerah termasuk peran serta masyarakat Gorontalo.

“Kami sudah melihat langsung kondisi pemondokan yang disiapkan di Kelurahan Kayu Merah. Rumah-rumahnya bagus, lingkungan kondusif dan masyarakatnya sangat ramah,” ungkap Wancik.

Ia menjelaskan, konsep pemondokan peserta di rumah warga merupakan salah satu upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara peserta PENAS dengan masyarakat setempat.

“Harapannya terjalin hubungan baik bahkan kekeluargaan antara peserta dan masyarakat. Ini menjadi nilai lebih dari pelaksanaan PENAS,” jelasnya.

Dari total 25 rumah yang disiapkan, sebanyak 24 rumah akan digunakan untuk tempat tinggal peserta kontingen Sumatera Selatan, sedangkan satu rumah lainnya difungsikan sebagai sekretariat untuk kegiatan koordinasi, rapat, dan briefing peserta.

Wancik berharap pelaksanaan PENAS XVII tidak hanya sukses sebagai agenda nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Gorontalo dan memperkuat hubungan antar daerah di Indonesia.

“Semoga setelah PENAS ini, Gorontalo semakin maju, berkembang, dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang membanggakan,” tandasnya.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di