POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan dunia industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Nasional Program Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026 yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Pohuwato, Rabu (26/8/2026).
Pelatihan tersebut dibuka Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam dan diikuti 32 peserta yang dibagi dalam dua kelas. Masing-masing kelas berjumlah 16 peserta dengan dua bidang kejuruan, yakni Fillet Welder SMAW dan Operator Dump Truck.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pohuwato Muslimin Nento, Sekretaris Mohamad Huntoyungo, perwakilan manajemen PT Pani Gold Mine (PGM), Kepala UPTD BLK Pohuwato, pelaku usaha dan industri, serta para peserta pelatihan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Wabup Iwan S. Adam menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui UPTD BLK Pohuwato yang telah melaksanakan program tersebut.
Menurut Iwan, pelatihan vokasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya calon tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
“Program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya calon tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri,” ujar Iwan.
Ia mengatakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan teknis terus meningkat, terutama pada sektor industri dan pertambangan. Karena itu, pelatihan vokasi dinilai penting untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis sekaligus membangun disiplin dan pemahaman terhadap standar kerja profesional.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato, lanjut Iwan, berkomitmen mendorong program pelatihan yang link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.
“Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan, tetapi juga membangun mental kerja, tanggung jawab, serta etos kerja yang tinggi,” katanya.
Iwan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk mengembangkan kemampuan diri, karena keberhasilan suatu daerah juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” tuturnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara UPTD BLK Pohuwato, PT Pani Gold Mine (PGM), dan pelaku usaha seperti Marisa Maubel dapat terus dikembangkan, termasuk pada bidang kompetensi lainnya.
Menurutnya, semakin banyak program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, semakin besar pula peluang masyarakat Pohuwato untuk mendapatkan pekerjaan.
Pada kesempatan tersebut, Iwan turut menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang belum dapat hadir karena sedang mengikuti agenda pemerintahan di luar daerah.
“Bapak Bupati menyampaikan salam kepada kita semua dan berharap pelatihan ini dapat memberikan peluang yang besar bagi tenaga kerja di Pohuwato,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pohuwato Muslimin Nento menjelaskan, Pelatihan Vokasi Nasional tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia industri.
Pelatihan berlangsung selama 10 hingga 23 hari, bergantung pada jenis kejuruan yang diikuti. Selama mengikuti pelatihan, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya perlindungan BPJS, penggantian biaya transportasi, pakaian praktik, serta sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.
Muslimin berharap program tersebut dapat membuka akses kerja yang lebih luas bagi peserta sekaligus meningkatkan kondisi ekonomi mereka.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga nama baik daerah, menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, serta menunjukkan sikap disiplin dan profesional, baik di tempat kerja maupun di tengah masyarakat.
Program yang didanai oleh pemerintah melalui kementerian tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga menjadi salah satu langkah memperkuat daya saing tenaga kerja lokal serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato.






