Menjaga Indonesia

Soal Portal Jembatan Plengkung, Ketua Gapeksindo Trenggalek Angkat Bicara

HABARI.ID, TRENGGALEK I Ketua DPC Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (Gapeksindo) Trenggalek, Ganif Tanto Adi angkat bicara terkait pemasangan portal (batas ketinggian) jembatan Plengkung Bendorejo.

Ganif menyampaikan, kalau mau fair sebaiknya kembalikan lagi kondisi jalan itu seperti sebelum ada pengaspalan. Di mana kendaraan-kendaraan besar seperti bus, trailer, tronton bisa lewat jalan Ngampon-Bendorejo.

“Hitung-hitung ngetes proyek perawatan ruas jalan Ngampon-Bendorejo. Ada baiknya copot saja plang (portal) itu,” harap Ganif, Rabu (13/01/2020).

Sudah sejak lama kendaraan besar melintasi jembatan Plengkung itu. Jadi, kalau hanya soal kendaraan dengan bobot besar akan merusak konstruksi jembatan, itu bukan alasan yang tepat.

“Jembatannya sudah tidak kuat, itu yang jadi alasan sampai ada pemasangan portal. Padahal sebelum proyek pengaspalan, sudah banyak bus, tronton dan trailer, yang lewat sini …,”

“Kalau kemudian penutupannya (pemasangan portal) setelah pengaspalan, orang akan mengira bahwa itu hanya untuk menyelamatkan perbaikan jalan yang baru bikin itu,” kata Ganif menambahkan.

Ketua Gapeksindo Trenggalek hanya berharap, Dinas PUPR mencopot plang (portal). Paling tidak selama tiga bulan, agar bisa tahu apakah kendaraan besar merusak jalan itu atau tidak.

Jembatan Plengkung
Portal di jembatan Plengkung.[foto_habari.id]
“Kalau memang jalan itu bisa bertahan selana tiga bulan, mungkin tidak ada lagi polemik yang muncul tentang perbaikan jalan itu,” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR memasang portal batas ketinggian tiga meter bagi kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Plengkung Bendorejo

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Ramelan menerangkan perihal pemasangan portal batas ketinggian di jembatan Plengkung ini.

“Jika pemasangan portal batas ketinggian itu untuk mengamankan kontruksi jembatan plengkung yang kini usianya sudah tua,” kata Ramelan, Senin (11/01/2021).

Jika kendaraan besar dan tinggi tetap dibiarkan melintas di jembatan Plengkung yang usianya sudah tua, khawatirnya akan membahayakan pengguna jalan dan jembatan.

“Pemasangan portal itu tidak ada kaitannya dengan proyek perawatan berkala ruas jalan Ngampon-Bendo yang baru selesai dikerjakan,” jelas Ramelan.(Sar/habari.id)