Menjaga Indonesia

Ruas Ngampon-Bendorejo Dinilai ‘Gagal Bangun’, Begini Tanggapan Kadis PUPR Trenggalek

HABARI.ID, TRENGGALEK l Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Trenggalek, Ramelan membantah jika proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Ngampon-Bendorejo disebut sebagai proyek gagal bangun.

Ramelan mengatakan, luas bidang ruas Ngampon-Bendorejo itu mencapai 6 ribu meter persegi. Sementara yang rusak hanya kurang lebih 100 meter persegi.

“Yang rusak itu hanya sekitar 100 meter persegi atau 0,09 persen. Dan yang paling penting ini adalah masih dalam masa pemeliharaan …,”

“Dan pihak penyedia jasa konstruksi bersedia bertanggung jawab dan itu memang wajib memelihara jika terjadi kerusakan,” jelas Ramelan kepada habari.id, Senin (11/1/2021)

Menanggapi penilaian masyarakat bahwa proyek perawatan jalan Ngampon-Bendo itu gagal bangun, Ramelan mengatakan, istilah itu tidaklah tepat.

Faktanya, masih banyak kendaraan yang melintas di ruas jalan itu. Sedangkan definisi gagal bangunan menurut Ramelan yang berhak menetapkan itu adalah tim ahli.

Selain itu, kata Ramelan, kerusakan di beberapa titik, terjadi setelah proyek pemeliharaan berkala jalan Ngampon-Bendorejo itu selesai.

Setelah penghitungan di lapangan, kerusakan jalan itu tidak lebih dari 1 persen dari total volume fisik yang ada.

“Yang terjadi hanyalah kerusakan ringan, kurang lebih 1 persen,” kata Ramelan

Ramelan menjelaskan, bahwa penyebab kerusakan itu karena lalu lalang kendaraan AMP, truk yang memuat hasil tambang dan truk bermuatan bahan bangunan serta kondisi struktur tanah yang berbeda pada beberapa titik yang rusak.

“Jalur Ngampon-Bendorejo seharusnya hanya untuk kendaraan yang memiliki Muatan Sumbu Terberat (MST) tidak lebih dari 8 ton,” tutupnya.

Proyek perawatan berkala jalan Ngampon-Bendorejo sepanjang 6 kilo meter tersebut dikerjakan oleh PT Sarana Multi Usaha dengan anggaran Rp 12,7 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2020.(Sar/habari.id)