Serda Laode, Air Bersih dan Jembatan Kecil

oleh
Membuat sumur, menjadi salah satu upaya yang dilakukan Serda Laode dan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo.[foto_istimewa]

Watak keras, wajah sangar; begitu kesan kebanyakan orang tentang prajurit TNI AD. Tapi kesan itu muncul (mungkin) karena karakter dan watak mereka yang dibentuk oleh doktrin kedisiplinan yang tinggi.

Tapi orang-orang juga harus tahu, kalau tentara juga punya hasrat ingin mengalami apa yang dirasakan orang lain (empati), dan punya keinginan menolong sesama (peduli).

Sisi-sisi humanis ini muncul tidak hanya dari giat-giat sosial yang dilakukan TNI. Tapi juga muncul atas inisiatif individu anggota TNI yang sadar dan paham akan nilai kemanusiaan.

***

MELAKUKAN hal sederhana tapi punya dampak positif bagi banyak orang. Itulah yang dilakukan Babinsa Desa Dudepo Koramil 1314-02/Kwandang, Serda Laode.

Banyak masyarakat di wilayah kerjanya yang masih kesulitan air bersih. Dan untuk mendapatkan air bersih dari kondisi tanah yang tak solid, bukan perkara gampang.

“Sampai kedalaman 7 meter, kita belum mendapatkan air jernih. Air dalam sumur masih bercampur tanah dan pasir,” kata Serda Laode.

Babinsa Desa Dudepo Koramil 1314-02/Kwandang, Serda Laode bersama warga.[foto_istimewa]
Kondisi ini tak membuatnya patah arang. Ia lalu berinisiatif membeli beberapa buah buis beton.

“Ini mungkin bisa jadi solusi,” katanya singkat. Baginya, membantu demi kepentingan orang banyak, tidak jadi soal meski harus merogoh kocek sendiri.

Serda Laode yang dikenal masyarakat karena pembaurannya itu, tidak hanya turut andil dalam mencari solusi atas kesulitan air bersih.

Bersama sejumlah warga, ia juga terlibat membangun jembatan mungil. “Jembatan kecil itu menghubungkan dua dusun di desa Dudepo. Tapi dengan gotong royong, jembatan yang sempat rusak itu akhirnya bisa berdiri lagi,” katanya.

Gotong royong membangun jembatan kecil yang menghubungkan dua dusun di desa Dudepo.[foto_istimewa]
Bagi Serda Laode, banyak hal yang bisa diselesaikan dengan prinsip gotong royong. Semua itu tinggal tergantung kepada siapa yang menggerakkan dan yang ingin melakukan.

Menurutnya, membantu masyarakat dalam mencarikan solusi, menjadi hal biasa di lingkup TNI. “Membela negara adalah kewajiban setiap individu TNI. Tapi kita juga punya tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat dan saling mengisi dan melengkapi, dan saling menguatkan peran …,”

“TNI kuat bersama masyarakat. Begitu pun sebaliknya, masyarakat akan kuat bersama TNI,” kata Serda Laode.(4bink/habari.id)

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.