Ranperda Perubahan APBD Provinsi Gorontalo Fokus pada Kebutuhan Daerah dan Masyarakat

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menghadiri rapat paripurna ke 100 di DPRD Provinsi Gorontalo.(f/kominfo).

HABARI.ID, PEMPROV I Dokumen Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Perubahan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), resmi diserahkan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, ke DPRD Provinsi Gorontalo melalui rapat paripurna ke 100 Rabu (12/08/2026).

Orang Nomor Satu di Provinsi Gorontalo itu sampaikan, pada perubahan APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo fokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dan kepentingan pembangunan daerah.

“Contoh yaitu menyangkut anggaran inseminasi buatan bertujuan mengganti aspirasi rakyat yang menginginkan mendapatkan ternak sapi. Karena harga sapi mahal dan anggaran pemerintah terbatas, maka pemerintah mengambil langkah untuk melakukan inseminasi buatan untuk menambah populasi sapi. Ini namanya optimalisasi,” kata Gubernur Gusnar saat memberikan sambutan.

Di sektor pertanian, pemprov fokus untuk pengadaan alat pengering jagung atau dryer. Alat ini dinilai penting untuk memastikan jagung di tingkat petani benar-benar kering sebelum dijual ke pengepul dengan harga yang tinggi.

Di bidang infrastruktur, Gusnar ingin Perubahan APBD 2026 fokus pada infastruktur strategis yang sedang dan akan dibangun tahun 2027. Diantaranya pembangunan apron Bandara Djalaluddin Tantu, kelanjutan Pembangunan Bendungan Bulango Ulu dan Sekolah Rakyat.

Dijelaskan Gubernur Gusnar, pembangunan Bendungan Bulango Ulu akan selesai dan digenangi air pada tahun ini. Bendungan itu diharapkan menjadi sumber mata air baku yang baru untuk melayani warga di tiga kabupaten dan kota.

“Untuk menggenangi Bulango Ulu itu membutuhkan dua kali musim hujan. Itu berarti kita mempunyai potensi air minum. Kementrian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementrian PU berencana untuk membangun SPAM Regional, yang diminta ke kita untuk menyiapkan lahan. Ini yang perlu kita siapkan,” Imbuhnya.

Sekolah Rakyat yang menjadi program unggulan pemerintah pusat rencananya juga akan ditambah satu unit di daerah Bone Bolango. Pemprov sudah menawarkan tiga dari tujuh hektar lahan yang dibutuhkan untuk membangun sekolah bagi warga kurang mampu itu. Penambahan lahan menjadi fokus pemerintah.

“Di tengah kita membahas ini, aspirasi masyarakat untuk perbaikan jalan sangat tinggi. Maka izinkan kami mengajukan pemeliharaan jalan,”tambah Gusnar.

Dari delapan fraksi di DPRD Gorontalo semuanya menyatakan menerima usulan Perubahan APBD 2026 untuk dibahas lebih lanjut. Masing-masing fraksi memberikan catatan-catatan untuk menjadi perhatian pemerintah.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di