Proyek Kalimadu dan “Tragedi” Pasar Liluwo yang Masih Membekas

oleh
kalimadu
Reses masa sidang kedua tahun 2022, oleh Anggota DPRD Kota Gorontalo, H. Darmawan Duming.

HABARI.ID, DEKOT I Keberadaan proyek infrastruktur Pusat Kuliner Kalimadu (Kalimantan dan Madua), sampai dengan saat ini masih menjadi buah bibir masyarakat khususnya Kecamatan Kota Tengah.

Bahkan masyarakat pelaku UMKM dan kuliner menaruh rasa khawatir terhadap proyek yang didanai Dana PEN tersebut, akan bernasib sama seperti proyek pembangunan Pasar Liluwo beberapa tahun lalu, yang tidak memprioritaskan masyarakat setempat.

Hal ini turut terkuak dan menjadi aspirasi masyarakat, yang disampaikan pada reses masa sidang kedua tahun 2022 dilaksanakan H. Darmawan Duming, Anggota DPRD Kota Gorontalo yang duduk di Komisi A.

“Masyarakat mendukung program kegiatan fisik yang dijalankan Pemerintah Kota Gorontalo, selama program itu baik untuk masyarakat ..,”

“Tetapi, khusus untuk proyek pekerjaan Kalimadu yang ada di Kecamatan Kota Tengah ini, sebagian besar masyarakat khususnya pelaku UMKM dan kuliner, masih khawatir dengan peruntukan kedepan Kalimadu ini kedepan ..,”

“Kami pengalaman dengan “tragedi” pasar liluwo, pusat perdagangan di Kecamatan Kota Tengah yang begitu ramai dengan pembelinya ..,”

“Pembangunan Pasar Liluwo ini sempat menjadi persoalan, terkait dengan penempatan pedagang yang berujung kurangnya aktivitas jual beli ..,”

“Kami tidak ingin, pengalaman pahit yang pernah kami alami pada “tragedi” itu, akan terjadi lagi di proyek Kalimadu. Maka kami minta, pemerintah harus memprioritaskan masyarakat di Kota Tengah untuk menempati lokasi kuliner,” tegas Haji Usman.

Sebagai wakil rakyat H. Darmawan Duming menyambut baik aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut, bahkan Ia menyebut bahwa proyek kalimadu adalah pekerjaan mangkrak.

“Status dari pekerjaan ini adalah Pusat Kuliner, akan tetapi sampai dengan saat ini instansi terkait tidak memberikan kejelasan kepada kami, seperti apa dan bagaimana status pusat kuliner di Kalimadu ..,”

“Saya menyebut, proyek ini adalah pekerjaan mangkrak. Atas nama Fraksi PDIP, kami akan mengundang pelaksana kegiatan dan dinas terkait, untuk menjelaskan secara detail tentang keberlangsungan pekerjaan fisik ini ..,”

“Terutama adalah, apa asas manfaat dari pekerjaan ini untuk masyarakat, dan masyarkat mana yang diprioritaskan,” tegasnya.(bnk/habari.id).

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.