Menjaga Indonesia

Dampaknya Mulai Terasa, Pendapatan Tukang Bentor Menurun Drastis

HABARI.ID I Pendapatan tukang bentor menurun drastis pasca ‘dirumahkannya’ pelajar dan PNS. Kebijakan pembatasan aktivitas sosial (social distancing), mulai berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat, terutama pekerja sektor informal.

Di hari-hari biasa (sebelum diterapkannya kebijakan penanganan Covid 19), pendapatan saya kurang lebih Rp. 100 Ribu perhari. Tapi untuk saat ini tidak lagi …,”

“Sampai jam 3 sore ini, saya baru dapat Rp. 5.000. Yang lainnya sudah ada yang dapat Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000,” ungkap Arman Abdullah, tukang bentor yang ditemui awak habari.id saat lagi mangkal di bawah Menara, Limboto, Rabu (25/03/2020).

Hampir rata-rata penumpang mereka adalah pelajar dan PNS. Berkurangnya pendapatan Arman, sejak sebagian besar PNS dan pelajar diharuskan bekerja dan belajar di rumah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Arman terpaksa harus menggunakan uang simpanannya. “Teman-teman yang lain juga begitu. Beli beras dan kebutuhan harian, harus menggunakan uang tabungan,” ungkap Arman.

Arman hanya bisa pasrah. Menunggu hingga situasi normal kembali. “Pokoknya, kalau PNS sudah masuk kantor dan anak-anak sudah masuk sekolah lagi, pendapatan mungkin bisa kembali normal,” kata Arman.

Arman, termasuk satu diantara pekerja informal yang pendapatannya hanya bergantung pada distribusi jasa di bidang transportasi. Menurunnya pendapatan akibat berkurangnya jumlah penumpang, juga dirasakan para sopir.

Sektor informal merupakan sektor ekonomi yang terdiri atas unit usaha berskala kecil, yang memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa.

Apa yang dialami dan dirasakan para tukang bentor, sopir dan pekerja sektor informal lainnya sebagai dampak dari penerapan kebijakan penanganan Covid 19 mulai diantisipasi pemerintah kabupaten Gorontalo. Pemda akan mengalokasikan bantuan sosial untuk pekerja informal.

Hal teknis mengenai bantuan kepada masyarakat terdampak oleh kebijakan penanganan virus Corona ini, sementara dirancang pemerintah kabupaten Gorontalo. “Kita masih membuat teknisnya,” ujar singkat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Husain Ui.(dwi/habari.id)