Menjaga Indonesia

Organisasi Lamahu Jangan Dibawa ke Politik

HABARI.ID I Organisasi Lamahu diharap tidak dibawa ke arena politik. Lamahu juga diharapkan harus tetap murni sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas). Hal ini dikatakan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat audiens bersama panitia pelaksana mubes Lamahu yang berlangsung secara virtual, dari kediaman pribadi gubernur di Moodu, Rabu (25/11/2020).

“Saya juga mengingatkan bahwa Lamahu ini atau organisasi Gorontalo ini, saya inginkan murni untuk organisasi masyarakat bukan ke politik. Silahkan pengurusnya orang-orang politik, tapi jangan sampai Lamahu bawa-bawa politik…,”

Misalnya pemilihan bupati walikota, Lamahu ini mendukung. Itu yang tidak boleh. Lamahu ya Lamahu, jangan sampai bendera Lamahu tercampur dengan politik, termasuk juga KKIG,” ucap Rusli.

Terkait rencana pelaksanaan Mubes Lamahu tersebut, Rusli Habibie akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan tersebut. “Saya sangat salut, sangat mendukung pelaksanaan mubes Lamahu ini,” ucap Rusli memberi dukungan

Namun, lanjut Rusli, pelaksanaan Mubes harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Tolong protokol kesehatan jangan lupa, wajib itu,” kata Rusli mengingatkan.

Pada kesempatan itu, gubernur dua periode ini juga menyarankan dua paguyuban orang Gorontalo di Jakarta ini bisa bergabung menjadi satu paguyuban yang besar.

“ Saya setuju dengan pak asisten tadi, kalau acara KKIG yang diundang orang organisasi Gorontalo, acara Lamahu yang diundang orang KKIG, kenapa tidak disatukan saja dua organisasi ini menjadi organisasi yang besar,” ucap Rusli.

Di tempat yang sama Asisten Pemerintahan Sukri Botutihe menjelaskan, mubes ini mendapat dukungan pemerintah provinsi dan diharapkan membawa manfaat khususnya bagi Gorontalo.

“ Rencana baik dari Lamahu ini untuk melakukan musyawarah besar, direspon positif dan sangat diapresiasi oleh pemerintah provinsi melalui bapak gubernur…,”

“Akan tetapi yang menjadi harapan kami di daerah antara lain, yang pertama tentu mubes ini akan banyak membawa manfaat khususnya bagi daerah Gorontalo,” kata Sukri.

Selain itu Sukri juga menyarankan agar pada mubes nanti membahas tentang KKIG dan Lamahu yang merupakan dua organisasi paguyuban orang Gorontalo di Jakarta.

Dalam audiens tersebut juga diusulkan pengunaan upia karanji bagi peserta laki-laki dan baju karawo bagi peserta perempuan.

Hal lainnya yang dibahas yaitu penerapan protokol kesehatan pada saat mubes berlangsung dan melakukan rapid test bagi peserta yang akan mengikuti kegiatan. Kegiatan ini nantinya hanya dibatasi untuk 200 orang peserta.(fp/habari.id).