Menjaga Indonesia

Nelson Masih Berharap Kursi Wakil Bupati Terisi, Proses PAW Mentok di DPRD

HABARI.ID I Kurang lebih dua tahun, kursi Wakil Bupati Gorontalo kosong dan belum terisi. Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, masih berharap kekosongan Wakil Bupati ini terisi.

Prosedur pengisian kursi Wakil Bupati juga sudah ditempuh. Tapi proses pengganti antar waktu (PAW) mentok di DPRD.

“Kalau prosesnya selesai bulan ini, maka sekitar Juli-Agustus kita sudah punya Wakil Bupati, yang bisa membantu saya menuntaskan program hingga 2021,” ungkap Nelson.

Nelson masih akan menjabat sebagai Bupati sampai Februari 2021. Kalau saja kursi Wakil Bupati terisi, maka roda pemerintahan masih akan berjalan hingga saat dirinya cuti ikut Pilkada pada sekitar Oktober.

“Saya juga akan cuti pada Oktober nanti, setelah pendaftaran Pilkada pada September. Kalau ada Wakil Bupati, maka pemerintahan bisa jalan saat saya tidak bertugas,” ungkap Nelson.

Soal proses PAW Wakil Bupati ini, kata Nelson, dikembalikan ke DPRD Kabupaten Gorontalo. Baginya, pengisian kursi Wakil Bupati, semata-mata untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Kabupaten Gorontalo. “Mudah-mudahan DPRD bisa menuntaskan prosesnya,” harap Nelson.

Tergantung Partai Demokrat dan PPP

Nelson Berharap Kursi Wakil Bupati Terisi
Natsir Potale, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Partai Demokrat.[foto_dwi/habari.id]
Natsir Potale, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo yang sempat dimintai komentar seputar PAW mengungkap kondisi yang menyebabkan proses pengisian kursi Wakil Bupati mandek.

Menurutnya, belum ada titik temu antara 2 partai pengusung, Partai Demokrat dan PPP. Prosesnya sudah beberapa kali dibahas.

DPRD sudah mengundang dua tokoh, Herman Walangadi dan Ahmad Liu, yang menjadi calon Wakil Bupati yang diajukan masing-masing partai.

“Pada dasarnya PAW Wabup ini tergantung PPP dan Partai Demokrat. kalau keduanya sudah mencapai kata sepakat siapa yang disetujui, maka kursi Wakil Bupati akan segera terisi,” ungkap Natsir Potale dari Partai Demokrat.

Natsir juga mengungkap pendapatnya tentang penting-tidaknya pengisian kursi Wakil Bupati. Sejauh pengamatannya, Bupati seperti merasa ‘nyaman-nyaman saja’ dengan kondisi yang ada sekarang (tanpa Wakil Bupati).

“Dengan kondisi yang ada sekarang, pemerintah kabupaten Gorontalo bisa meraih opini WTP dari BPK. Jadi, saya pikir tidak perlu ada Wakil Bupati,” tutup Natsir.(dwi/habari.id)