Menjaga Indonesia

Menteri KKP RI Terkesan Dengan Gubernur Gorontalo

HABARI.ID I Menteri KKP RI Edhy Prabowo terkesan dengan penjemputan dirinya, oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Desa Sijoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (10/6/2020).

Menteri KKP RI kelahiran Sumatra Selatan ini ucapkan terima kasih, kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang sudah menjemputnya di daerah berbatasan dengan Kabupaten Pohuwato tersebut.

“Saya terkesan mendengar kabar Gubernur Gorontalo, Bapak Rusli Habibie datang menjemput saya sampai ke sini. Saya tidak bermaksud merepotkan, tapi ini suatu kehormatan, terima kasih banyak …”

“Wajar daerah ini disebut Sijoli, sejoli itu kalau di kamus Bahasa Indonesia artinya sepasang, kalau Gubernur Gorontalo dan Sulteng ketemu saya, yakin masalah kelautan perikanan bisa teratasi,” ucap Edhy.

Lokasi yang berbatasan dengan Desa Molosifat, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato itu menjadi titik kunjungan kerja Menteri KKP RI Menteri Edhy.

Diketahui Menteri KKP RI, road show ke empat provinsi yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Menteri Edhy datang untuk peletakan batu pertama tambak udang vaname di desa tersebut. Tambak milik PT. Parigi Aquakultura Prima itu, berdiri di lahan seluas 250 Ha dengan potensi panen setiap hektarnya sebesar 40 ton.

“Tambak dengan sistem intensifikasi rata-rata satu hektar lahan bisa menghasilkan 40 ton per satu siklus panen. Satu tahun bisa dua setengah siklus. Jika 40 ton saja setahun maka hasilnya Rp500-700 juta,” bebernya.

Sementara itu Gubernur Rusli menyambut baik rencana kunjungan kerja Menteri Edhy ke Gorontalo. Menurut Gubernur dua periode itu, penjemputan Edhy di perbatasan sebagai ucapan syukur dan bahagia dirinya atasnama warga Gorontalo.

“Kebetulan saya juga mendapat undangan dari Gubernur Sulteng dan Bupati Parimo. Hari ini saya bersama ibu juga punya agenda di Popayato Barat, untuk menyerahkan bantuan kepada warga setempat. Jadi sekalian menjemput beliau, karena jaraknya cukup dekat dari perbatasan,” ucap Rusli.

Dia berharap kunjungan Menteri KKP, bisa meningkatkan alokasi bantuan untuk daerah. Bantuan kapal 30 Gross Ton, bantuan cool storage, perahu katintin dan budidaya perikanan menjadi penggerak ekonomi nelayan di daerah.(sodik/habari.id/rls).