Menjaga Indonesia

Menjaga Produktivitas Pertanian di Tengah Wabah Covid-19, Pemkab Tetap Salurkan Bantuan Benih

HABARI. ID I Sektor pertanian menjadi sektor vital yang relevan dengan pemenuhan pangan masyarakat. Meski di tengah pandemi Covid-19, pemerintah kabupaten Gorontalo merasa perlu untuk tetap menyalurkan bantuan benih jagung kepada masyarakat petani. Ini juga termasuk langkah untuk mencegah terjadinya krisis pangan.

Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas pertanian terutama bahan pangan yang akan menjadi cadangan selama menghadapi masa pandemi Covid-19.

Nelson Pomalingo saat menyalurkan langsung bantuan tersebut menjelaskan kebutuhan pangan akan diupayakan tetap terjaga dan stabil.

“Krisis pangan bisa terjadi, apalgi masa pandemi seperti ini. Orang-orang banyak yang tidak bekerja. Ini tentu mempengaruhi sektor-sektor lainya, terlebih soal pemenuhan kebutuhan pangan,” jelas Nelson Pomalingo.

Sebelum pandemi, wilayah-wilayah yang berdekatan saling bertukar hasil pertanian dan komoditas. Sebagai upaya survive di tengah wabah virus Corona, distribusi hasil bumi antar daerah, perlu dibatasi.

“Maka langkah yang wajib dilakukan adalah terus mendorong produktifitas petani. PSBB tak berpengaruh bagi para petani. Karena aktivitas mereka di ladang,” ungkap Nelson Pomalingo.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Darwan Usman menuturkan, terkait kesediaan pangan, Kabupaten Gorontalo cukup siap.

Pangan di Kabupaten Gorontalo berada pada posisi surplus, dimana rasio ketersediaan pangan 3:1.

“Jumlah pangan kita terhitung lebih dari cukup bahkan banyak. Jagung dan padi kita cukup banyak. Stok itu bisa mencapai hingga akhir tahun ini. Yang kurang di kita ini hanya gula pasir, maka wajar harganya mahal,” kata Darwan.

Meski Surplus, Darwan melihat krisis pangan bisa saja terjadi. Untuk mencegah itu pihaknya juga terus berupaya agar stock pangan tersebut tidak dibawa keluar daerah.

“Kita upayakan jangan sampai di jual di luar daerah. Meski pandemi, tetap bisa ada yang menjual keluar daerah, apalagi itu kan tidak dilarang,” ungkap Darwan.(dwi/habari.id)