Menjaga Indonesia

Kearifan Lokal dan Budaya Jawa Mataraman di Desa Kemloko

HABARI.ID, KABUPATEN BLITAR I Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, termasuk salah satu desa di wilayah Kabupaten Blitar yang cukup dikenal dengan kearifan lokal dan wisata budaya Jawa Mataraman.

Kabupaten Blitar, tidak hanya terkenal dengan berbagai keindahan wisata alamnya. Akan tetapi juga terkenal dengan wisata budayanya.

“Dan desa Kemloko masih memegang teguh kearifan lokal serta budaya Jawa Mataraman,” ungkap Kades Kemloko, Muhdhofir, Senin (01/12/2020).

Lebih lanjut Muhdhofir menambahkan, uniknya di desa ini, masyarakatnya mewarisi kearifan lokal dan kebiasaan masyarakat dari beberapa era.

Mulai dari pengolahan gula kelapa di masa kerajaan Majapahit, kebudayaan Reog Bulkiyo pada masa Mataraman …,

Kopi dan kakao dari kebudayaan masyarakat pada masa kolonial Belanda dan budidaya ikan koi pada masa penjajahan Jepang. Banyak masyarakat di Kemloko, Nglegok dan sekitarnya, yang mengembangkannya.

Kantor Desa Kemloko

Muhdhofir memaparkan proses pembuatan gula Jawa, pembuatan gula jawa itu juga butuh proses, yakni nira, entah itu nira kelapa maupun nira aren atau kawung.

Yang membedakan adalah gula kelapa murni yang terbuat dari nira.

Sedangkan gula merah bahan bakunya terdiri dari nira dan mencampurkannya dengan gula pasir atau gula rafinasi.

Butuh 9 jam proses menunggu getah nira untuk kemudian memasaknya daam wajan besar di atas tungku.

“Selain itu di desa kami ini juga ada kesenian jaranan serta wisata agrobisnis, pengunjung akan mendaptkan edukasi tentang tanaman kopi dan kakao …,”

“Yang mana kopi dan kakao di Kemloko merupakan salah satu komoditas unggulan mayoritas masyarakat di desa kami,” tambah Kades Kemloko.(ADV/Kmf/tos/Habari.id)