HABARI.ID, PEMPROV | Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau sentra budidaya rumput laut di Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (19/5/2026). Desa ini diusulkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) baru ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Desa Ilodulunga dipandang layak dibangun KNMP karena menjadi pusat budidaya rumput laut di pesisir utara Gorontalo termasuk Desa Langge dan Desa Popalo yang saling berdekatan.
“Tujuan saya datang ke sini untuk melihat calon pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ini adalah program prioritasnya bapak Presiden Prabowo, termasuk di Gorontalo,” kata Gusnar saat berdialog dengan warga. Dikatakan saat ini ada Tim Teknis yang sedang berkeliling Gorontalo untuk memetakan calon lokasi. Ia meminta aparat desa, kecamatan dan warga setempat untuk memberi dukungan yang dibutuhlan agar KNMP bisa dibangun.
Sementara itu, Kepala Desa Ilodulunga Mustagfir Bahrudin menjelaskan, desanya sudah membudidaya Rumput laut sejak tahun 1994. Selama tiga tahun yakni 2021 hingga 2023 harga rumput laut menyentuh angka tertinggi yakni Rp39.000 namun sekarang terus merosot. “Harga kemarin itu per kilogram sampai Rp39.000 sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai orang tua bisa merasakannya. Hari ini sudah dihadiri Pak Gub dan Ibu Wabup mudah mudahan bisa menambah nilai ekonomi masyarakat,” kata Kades.
Selain persoalan harga yang anjlok di kisaran Rp10.000 hingga Rp13.000, warga juga mengaspirasikan soal pemecah ombak yang sudah rusak. Dampaknya akan membanjiri rumah warga saat air laut pasang. “Memang kendala kami itu pak, tiap angin Barat bisa sampai ke rumah kami pak. Kami butuh pemecah ombak untuk menahan luapan air. Mudah mudahan bisa direalisasikan tahun ini atau tahun depan Pak Gub,” pintanya.
Gubernur sendiri menyambut baik usulan tersebut. Bahkan ia bersama Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf turut melihat dari dekat pemecah ombak yang sudah roboh dihantam ombak. “Saya ingin melihat dari dekat pengembangan rumput laut. Bahasa hari-hari di sini agar-agar. Saya tadi sudah merekam beberapa hal yang disampaikan soal harga dan pemecah ombak sudah rusak,” tegasnya. (adv/habari.id)







