HABARI.ID, KAMPUS I Kampus berdaya saing dan unggul, bukan hanya sebatas jargon belaka untuk UNG (Universitas Negeri Gorontalo). Tetapi sebagai komitmen UNG di bawah kepemimpinan Eduart Wolok, menjangkau seluruh wilayah sampai ke luar Provinsi Gorontalo, mendekatkan pendidikan kepada generasi muda sebagai agen perubahan.
Hal ini terlihat dari rencana FIS (Fakultas Ilmu Pendidikan) UNG, segera memperluas akses pendidikan tinggi membuka PSDKU atau Program Studi di Luar Kampus Utama, tepatnya berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut, Provinsi Sulawesi Utara.
Langkah strategis tersebut mendapat dukungan Senat FIP UNG melalui rapat Senat yang dilaksanakan pada Selasa (18/8). Dalam rapat tersebut, Senat FIP UNG menyetujui sekaligus merekomendasikan pembukaan PSDKU PGSD di Boroko sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dasar.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Arwildayanto sampaikan, pembukaan PSDKU PGSD di Boroko menjadi bagian dari komitmen Fakultas Ilmu Pendidikan UNG untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat. Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow Utara dan sekitarnya untuk memperoleh pendidikan tinggi di bidang keguruan, khususnya untuk mempersiapkan tenaga pendidik sekolah dasar yang kompeten.
“Tidak hanya berorientasi pada perluasan akses pendidikan, PSDKU ini juga dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga pendidik sekolah dasar di berbagai daerah. Dengan semakin luasnya jangkauan pendidikan tinggi, FIP UNG diharapkan dapat berkontribusi lebih nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan di daerah,” ujarnya.
Rencana pembukaan PSDKU PGSD di Boroko, juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pendidikan secara langsung. Kehadiran program studi di luar kampus utama memungkinkan proses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, dilakukan lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Bagi FIP UNG, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjadikan pendidikan sebagai layanan yang dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Melalui penguatan program pendidikan guru sekolah dasar, FIP UNG tidak hanya memperluas jangkauan institusi, tetapi juga memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan generasi pendidik yang akan berperan langsung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.(bm/habari.id).






