HABARI.ID, PEMPROV I PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 selama beberapa hari di Provinsi Gorontalo, benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, untuk memperjuangkan kebutuhan daerah terutama masyarakat petani Gorontalo.
Jika sebelumnya Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail harus berangkat ke Jakarta menyambangi kantor-kantor kementerian memaparkan potensi daerah, untuk memperjuangkan nasib daerah dan petani jagung. Momen PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 kemarin, Gubernur Gorontalo tak lagi melakukan hal tersebut tetapi hanya membisik kebutuhan Gorontalo dan petani, langsung di setujui pejabat-pejabat kementerian.
Seperti kebutuhan Gorontalo dan petani jagung terhadap pembangunan dan operasional fasilitas gudang dryer, yang disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail kepada Direktur Utama Bulog Nasional.
“Karena kita punya cerita dan kesan baik dari PENAS XVII ini, maka permintaan kami langsung disetujui. Direktur Utama Bulog sudah meminta lahan untuk di bangun gudang dryer jagung, dan saya sampaikan bahwa di Kabupaten Boalemo sudah siap. Karena ini permintaan kami, maka saya minta tambah dua lagi gudang dryer jagung, satu untuk Kabupaten Bone Bolango dan satunya untuk Pohuwato,” ungkap Gubernur Gusnar di hadapan awak media.
Menurut Gubernur Gusnar Ismail, gudang dryer jagung ini sangat penting dan strategis, karena Gorontalo adalah daerah lumbung jagung. “Kemudian gudang dryer jagung ini, akan mempermudah masyarakat petani jagung di berbagai wilayah mejual hasil panennya. Apalagi berkat PENAS ini, Gorontalo mendapatkan ketambahan bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian RI,” pungkas Gubernur Gusnar.(bm/habari.id).







