Festival Budaya dan Mengenang Yotama

oleh
Festival Budaya di Desa Bongo digelar Sabtu (24/08/2019)

HABARI.ID – Tak boleh kehilangan spirit!. Harus ada generasi yang bisa jadi pewaris dan penerus apa yang telah dirintis mendiang Yosef Tahir Ma’ruf (Yotama). Cita-citanya yang ingin menjadikan desa Bongo sebagai entitas wilayah yang berbudaya dan religi di tanah Gorontalo, harus terwujud.

“Perjuangannya harus dilanjutkan. Susah payah Almarhum Yotama membangun ini, membangun masjid Kuba Emas yang berdiri megah itu. Pesantren Bubohu yang didirikannya telah memberi pengaruh positif terhadap perilaku masyarakat. Sesuatu yang besar sesungguhnya telah dimulai dari sini, dari desa kecil ini,” kata Syamsu Panna.

Tepat sebulan sepeninggalan Yotama, Elnino Center bersama beberapa pihak ingin mempertahankan beberapa tradisi yang sudah dirintis Yotama melalui gelar Festival Budaya, Sabtu (24/08/2019).

“Festival ini tetap dipusatkan di desa Bongo, kecamatan Batudaa Pantai, kabupaten Gorontalo. Kita tetap akan menampilkan budaya yang selama ini dijaga dan dilestarikan Almarhum Yotama,” kata Syamsu yang juga Ketua Panitia Festival Budaya.

Parade walima yang berisi ribuan penganan khas Desa Wisata Religius Bubohu, tanggomo yang akan menceritakan sejarah perjalanan Yotama mulai dari merintis, menjaga dan terus melestarikan kebudayaan Gorontalo dari Desa Bongo ini, akan ditampilkan pada Festival ini.

Syamsu menambahkan, juga akan digelar diskusi tentang kebudayaan, yang diharapkan bisa melahirkan ide dan gagasan yang bisa mengawal perjuangan Yotama dalam mengangkat dan melestarikan kebudayaan Gorontalo.

“Festival Budaya ini rencananya akan dihadiri banyak pihak, mulai dari anggota DPR-MPR RI Elnino M. Husein Mohi, pemerintah serta warga setempat. Kegiatan ini juga bisa disaksikan masyarakat umum dengan datang langsung di Desa Wisata Religius,” kata staf ahli DPR RI ini.

Di Bubohu, ada sejumlah tempat yang bisa menjadi tujuan wisata religius, diantaranya masjid Walima Emas yang dibangun di atas bukit, kolam dan pondok walima, serta sejumlah koleksi fosil-fosil kayu yang sudah ada sejak ratusan tahun. Semua ini dirintis dan dibangun Yotama selama kurang lebih 20 tahun.***

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.