Menjaga Indonesia

Cegah Covid-19 Bukan Perkara Gampang, Pemerintah Harus Mampu Mendistribusi Tanggung Jawab

HABARI.ID I Covid-19 telah masuk Gorontalo. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan eskalasi penyebarannya. Selain upaya penanganan, keseriusan pemerintah untuk benar-benar mencegah pandemi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah harus mampu mendistribusikan tanggung jawab.

Soal kesiapan dan kesigapan pemerintahan dalam menghadang dan melawan pandemi Covid-19 ini, Ketua Perkumpulan Greenleaf Gorontalo, Taufik Buhungo, angkat bicara. Menurutnya, penanganan pandemi virus Corona bukan perkara gampang, tak boleh dilakukan secara setengah-setengah.

Sikap pemerintah yang setengah-setengah, justru akan berdampak buruk pada penyebaran Covid-19 yang makin meluas.

Menurut Taufik Buhungo, pelibatan unsur lainnya semisal aparat kepolisian, menjadi sangat penting untuk mitigasi Covid-19.

“Semua harus bergerak. Termasuk unsur Kepolisian, harus diberi ruang agar bisa bergerak lebih masif terutama dalam sosialisasi dan penegakan segala aturan tentang protokol kesehatan serta aturan lainnya yang berhubungan dengan mitigasi. Dan ini harus benar-benar disokong oleh pemerintah,” kata Taufik.

Disamping itu, lanjut Taufik, langkah penanganan yang disiapan harus lebih efektif dan terukur, mulai dari penanganan hingga upaya mitigasi.

“Semua harus dipersiapkan secara matang dengan tetap memaksimalkan semua unsur yang dilibatkan menurut fungsinya masing-masing, terutama pada fase pencegahan, penanganan Covid-19 hingga mitigasi …,”

“Polri dan semua jajarannya yang ada di daerah, akan memainkan perannya sesuai dengan masing-masing kewenangan teritorialnya,” kata Taufik.

Di kabupaten Gorontalo misalnya. Ada pemberlakuan jam malam. Dan Polisi, punya peran penting dalam menegakan aturan yang diberlakukan pemerintah.

“Yang perlu dilakukan pemerintah adalah, memberdayakan semua potensi yang ada di Polri. Penegakan pemberlakuan jam malam, harus benar-benar terasa hingga di pada wilayah yang paling kecil,” ungkap Taufik.

Aktivis yang dikenal vokal ini juga mengatakan, upaya mitigasi Covid-19 akan terlihat hasilnya makakala pemerintah tidak bergerak sendiri.

“Penting bagi pemerintah untuk tetap memelihara sinergitas, mendistribusikan kewenangan sesuai peran dan fungsi masing-masing elemen yang dilibatkan …,”

“Kalau ini bisa dilakukan pemerintah, terlebih pemerintah kabupaten Gorontalo, maka saya yakin predikat sebagai wilayah yang belum memiliki ‘zona merah’ Covid-19, bisa dipertahankan,” katanya.

Begitu pun sebaliknya, tanggung jawab penanganan Corona tidak bertumpuk pada satu pihak. “Penanganan wabah virus Corona, adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian saja, tetapi juga pemerintah kabupaten Gorontalo dan elemen lainnya,” katanya.

Covid-19 adalah virus mematikan nomor wahid di dunia. Sehingga penanganannya harus dilakukan secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Di negara-negara yang kaya raya, yang penanganannya sigap, alat medisnya lengkap, masyarakatnya kompak, toh mereka juga panik dengan ancaman virus yang mematikan ini. Di sini kita hanya diminta untuk mematuhi instruksi pemerintah dan Maklumat Kapolri,” timpalnya.

Soal penanganan Covid-19 di wilayah kabupaten Gorontalo, Taufik meminta kepada pemerintahan Nelson Pomalingo agar bisa mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk penanganan virus Corona.

“Pemerintah daerah punya kewenangan melakukan intervensi pemanfaatan anggaran dan mengalokasikannya sebagai dana penanganan Covid-19. Dan semua ini dilakukan semata-mata untuk melindungi rakyat. Harus bergerak cepat. Bukan nanti sudah ada korban meninggal, baru pemerintah bangun dari tidur,” tandasnya.

Dan yang terpenting adalah, kata Taufik, pemerintah harus mampu mendistribusikan tanggung jawab penanganan Corona ini secara tepat sesuai kewenangan dari unsur-unsur yang dilibatkan.

“Termasuk Polri dan jajarannya di darah, sudah berbuat banyak terkait penanganan Covid-19 ini,” imbuh Taufik.(dwi/fadli/habari.id)