Menjaga Indonesia

Baru Tiba di Gorontalo Marten Langsung Temui Korban Bencana

Salurkan Bantuan dari Baznas dan Dinas Sosial

HABARI.ID I Sekitar pukul 13.30 WITA Kamis (27/05/2021) Ia tiba di Gorontalo dari tugas luar daerah di Pemerintahan Pusat, selama beberapa hari. Rasa lelahnya terobati saat bertolak dari Bandara Djalaluddin Gorontalo menuju lokasi bencana kebakaran, melihat langsung kondisi warganya di Kecamatan Sipatana, yang juga korban bencana.

Ia adalah Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, yang tiba di lokasi bencana dengan menumpangi Mobil dinas berplat nomor DM 1 A, dan langsung mencari seorang warganya yang menjadi korban bencana kebakaran Kamis dinihari itu.

Marten yang juga didampingi Kepala Badan Amil Zakat Nasional Kota Gorontalo, Marzuki Pakaya, serta Kepala Dinas Sosial Kota Gorontalo, Tomy Jahja, bersama-sama mendengarkan kronologis musibah yang dialami Suleman Lamakaraka.

Ia dan dua pejabatnya turut prihatin atas musibah yang dialami Suleman Lamakaraka, serta keluarganya. Dan sebagai bentuk keprihatinan serta kepedulian Pemerintah Kota Gorontalo, berbagai bantuan diberikan kepada Suleman Lamakaraka melalui Baznas dan Dinas Sosial.

“Bantuan dari Baznas dan Dinas Sosial ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Gorontalo, terhadap korban bencana. Semoga bisa meringankan beban yang dialami oleh korban ..,”

“Untuk bangunan rumahnya, memang seluruhnya sudah hangus terbakar dan tidak ada yang tersisah. Pemerintah Kota Gorontalo sendiri, akan memikirkan dan berupaya bagaimana bisa melakukan pengrehapan bangunan rumah milik korban,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Baznas Kota Gorontalo, Marzuki Pakaya jelaskan, bantuan yang disalurkan Baznas Kota Gorontalo kepada korban bancana tersebut ada berbagai item.

“Mulai dari ua Karung beras, dua bak telur, mie instan, tabung gas serta kompor masing-masing dua unit, piring dua lusin dan paket sembako dua kantong besar,” ujarnya.

Senada ditambahkan Kadis Sosial Kota Gorontalo Tomy Jahja, bahwa bantuan dari instansinya itu berupa diantaranya peralatan rumah tangga tiga dus. “Kemudian 25 kg beras, selimut, alas tidur, makanan ringan dan siap saji dan terpal,” jelasnya.

Suleman Lamakaraka sendiri mengatakan, musibah yang dialami keluarganya itu bermula dari arus pendek listrik. “Kejadian ini berawal dari arus pendek listrik di stopkontak yang menempel dibangunan rumah, tepatnya di bagian dapur ..,”

“Karena sebagian bangunan rumah adalah kayu, maka api pun dengan cepat merambat keseluruh bangunan rumah. Bahkan saya sendiri, ketika hendak keluar pintu kamar, tidak tahunya sudah berhadapan dengan api yang besar ..,”

“Meski dalam kondisi tidak sehat, saya masih sempat menyelamatkan cucu saya. Yang tersisah dari reruntuhan bangunan ini hanya Al quran dan tasbih milik saya serta pakaian di badan,” pungkasnya.(bnk/habari.id).