HABARI.ID, POLITIK I Adhan Dambea tidak pernah lupa dari mana Ia dibersarkan. Lahir dari rahim politik dengan gaya kontroversi, tetapi tetap merangkul baik kawan maupun lawan. Jika ada politisi yang berkecil hati dengan gaya berpolitik Adhan Dambea, maka Ia bisa disebut pendatang baru di dunia politik.
Jiwa politisi yang merangkul politisi lintas partai dimiliki Adhan Dambea itu, terlihat pada kegiatan buka puasa bersama digelar YAPHARA (Yayasan Permbela Hak-Hak Rakyat Provinsi Gorontalo), Kamis (05/03/2026) di Ballroom Grand Q Hotel Gorontalo. Dihadiri langsung sejumlah pimpinan dan anggota lintas partai politik di Gorontalo.
“Sengaja saya menggelar buka puasa bersama dan silaturahmi, mengundang seluruh pimpinan partai politik di Gorontalo karena sudah lama tidak berjumpa dengan teman-teman Tokoh Politik Gorontalo ..,”
“Menurut saya, pertemuan ini sangat penting. Apalagi sebagian besar diantara kita merupakan pimpinan daerah, anggota DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota yang sama-sama memikirkan dan memperjuangkan kepentingan daerah dan masyarakat ..,”
“Saya sebagai Wali Kota Gorontalo, Ibu Idah Wakil Gubernur Gorontalo dan teman-teman Ketua dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota,” jelas Adhan.
Kegiatan bertemakan dinasti politik akan meghambat peluang kader yang lebih pantas memimpin daerah, dan dipastikan mempraktikkan ketidakadilan dan ketidak adaban itu turut menarik perhatian tamu undangan. Tetapi bagi Adhan Dambea, tema tersebut sebuah dorongan dan motivasi untuk dirinya serta Tokoh Politik di Gorontalo, menjadikan Provinsi Gorontalo lebih baik kedepan.
Inilah gaya politik seorang Adhan Dambea. Politisi senior di Gorontalo yang sudah banyak menelan asam garam, malang melintang dengan berbagai dinamika politik kontroversi, tetapi masih mampu berselancar dengan baik dan sukses. Kata Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo itu, jangan berpolitik jika tidak mampu. Jangan masuk dunia politik jika hanya memiliki satu ‘jantung’.
“Tema ini sengaja saya buat demikian. Ini sebuah dorongan untuk kita semua termasuk saya, dalam rangka menjadikan Provinsi Gorontalo ini lebih baik kedepan. Saya tidak pernah dendam sama siapapun. Lihat saja saya dengan Pak Rusli Habibie, bagaimana kami berdua bertempur. Tetapi pada akhirnya kami berpelukan. Karena kita saling memaafkan. Bagi saya, siapapun yang meminta maaf, maka saya anggap Dia dewasa dan tidak ada masalah dengan saya,” ungkap Adhan.
Adhan Dambea pun sedikit bernostalgia tentang Ia dan Rusli Habibie, yang sempat ramai di publik atas pertarungan politik Gorontalo. Ia sampaikan banyak politisi berpandangan kalau Ia dan Rusli Habibie bermusuhan, kendati Adhan dan Rusli adalah dua politisi yang bersahabat.
“Banyak politisi tahu kalau saya dan Pak Rusli Habibie itu bermusuhan. Tetapi mereka tidak tahu kalau kami berdua sahabat. Mereka tak tahu bagaimana komunikasi kami, dan hubungan silaturahmi politik yang kami bangun sudah lama sejak Pak Ruli masih Bupati Gorut,” terang Adhan.
Masih terkait dengan tema kegiatan tersebut, menurut pandangan positif Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kegiatan yang dimotori YAPHARA itu sangat baik dan positif karena mengundang Tokoh Politik lintas partai.
“Pada dasarnya kegiatan ini sangat baik dan positif, apalagi tamu undangannya Tokoh Politik lintas partai. Pertemuan ini sangat-sangat cair. Nah, kaitan dengan tema kegiatan tentunya yang dimaksud pada hal negatif yang harus kita hindari dan cegah bersama ..,”
“Saya juga dari dinasti politik, tetapi yang positif. Sebab, jika dinasti politik itu membawa kebaikan untuk kita semua, kenapa tidak. Saya juga sependapat dengan Pak Adhan Dambea, marilah kita membangun Provinsi Gorontalo ini lebih baik. Karena kita memiliki tujuan yang sama untuk daerah dan masyarakat,” pungkas Idah.(bm/habari.id).






