HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Dugaan menjebak Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dalam kasus dugaan pembacokan di pelataran Pasar Sentral Kota Gorontalo terus menguat.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengkritik kinerja Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo yang diduga tak profesional lagi.
Kecurigaan Adhan Dambea, pada proses P-19 kasus dugaan pembacokan di pelataran Pasar Sentral Kota Gorontalo. Dimana dari beberapa saksi yang sudah menjalani pemeriksaan di Polresta Gorontalo, hanya dokumen P-19 atan nama Adhan Dambea yang dikembalikan Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo ke penyidik.
“Ada 10 poin di P-19 Kejari, yang pada intinya bagaimana Polres menjebak saya dalam kasus penganiayaan itu. Itu intinya. Padahal saya sudah di BAP, pak Wawali sudah, tapi hanya berkas saya yang dikembalikan,” ungkap Adhan.
Orang Nomor Satu di Kota Gorontalo itu tegaskan, Ia tak masalah jika dirinya diduga akan dijebak Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo dalam kasus tersebut. Intinya, bukan kasus korupsi yang menyeret namanya.
“Saya tidak pernah takut, kalau saya tidak salah. Saya ini lahir dari bawah, jadi jangan cari hal. Videonya sudah sangat jelas, memang mereka berdua ada masalah di facebook, tetapi itu saya tidak tahu,” tegas Adhan.
Terakhir Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea meminta dengan tegas kepada Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, untuk tidak mengganggu dengan persoalan yang hanya beribas buruk terhadap kejaksaan sendiri. Karena saat ini Ia sendiri, tengah disibukkan dengan berbagai program pembangunan, pelayanan dan kesjahteraan masyarakat.
“Kalau sudah begini, kita demo besar-besaran Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, kalau perlu saya pimpin demo. Kita usir Kajari dari Kota Gorontalo. Saya kalau sudah bicara, saya akan lakukan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasie Intel Kejari Kota Gorontalo, Wiwin B. Tui ketika di konfirmasi pewarta menyatakan bahwa dirinya belum mau memberikan pernyataan soal kritik Adhan ke lembaga tempatnya bekerja.
“Saya belum mau menanggapi, karena saya belum lihat P-19 nya. Takutnya saya berikan pernyataan hanya memperkeruh keadaan. Nanti ke kantor hari Senin. Kami siap melayani,” kata Wiwin.(bm/habari.id).






