Menjaga Indonesia

Wagub: Program Pertanian Harus Tepat Sasaran

HABARI.ID I Wagub (Wakil Gubernur) Gorontalo Idris Rahim meminta kepada instansi teknis baik provinsi, kabupaten/kota untuk mensukseskan program pertanian yang tepat sasaran.

“Sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap ekonomi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat berterima kasih kepada pihak yang bekerja dalam mensukseskan program pertanian di tanah Gorontalo …,”

“Program pertanian harus berjalan sesuai yang diharapkan dan harus tepat sasaran,” ujar Wakil Gubernur Idris Rahim saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Forum OPD lingkup pertanian untuk perencanaan Tahun 2021 di Hotel Horison Nayumi Gorontalo, Rabu (12/2/2020).

Wakil Gubernur Idris Rahim mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui alokasi kegiatan yang didanai APBD setiap kabupaten/kota sesuai hasil refocusing DIPA 2020, sekaligus membahas persiapan teknis pelaksanaan kegiatan tahun 2020 serta menyusun dan memformulasikan usulan kegiatan tahun 2021 sebagai bahan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian.

Dia mengharapkan, adanya koordinasi dan komunikasi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota ini agar kedepan tidak ada program tumpang tindih dan anggaran yang mubazir. Idris juga mengingatkan tujuan pemerintah adalah meningkatkan jumlah produksi dan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario berharap kabupaten/kota untuk pro aktif menjalankan program pertanian 2020, di antaranya peningkatan produksi pangan khususnya beras dan sapi, pembiayaan pertanian (KUR) dan kostra tani dengan melalukan percepatan pelaksanaan kegiatan Tahun 2020.

Sebelumnya, ada sejumlah program refocusing yang dibahas dalam Rakortek ini, di antaranya pengembangan kostratani dan pembangunan SDM pertanian melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, fasilitasi pembiayaan, infrastuktur dan alsintan.

Selain itu ada peningkatan produksi tanaman pangan berbasis korporasi, pengembangan kawasan hortikultura berdaya saing.

Menggerakkan peningkatan produksi nilai tambah dan daya saing perkebunan, peningkatan populasi, produktivitas dan mutu genetik ternak, akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan produksi benih/bibit, pengentasan daerah rentan rawan pangan serta distribusi dan pengendalian harga pangan pokok dan akselerasi ekspor melalui program gerakan 3 kali ekspor (gratieks).(rls/fp/habari.id)