Menjaga Indonesia

Tunjang Ekonomi, Desa di Trenggalek Ini Kembangkan 2 Objek Wisata

HABARI.ID, TRENGGALEK I Alam Desa Senden, bisa jadi sumber pendapatan bagi warga desa, jika Goa Ngerit terkelola secara baik sebagai objek wisata. Ide ini mulai dirintis dengan menjadikan Goa Ngerit objek wisata andalan di desa tersebut.

Goa Ngerit, salah satu goa terindah di Kabupaten Trenggalek. Selain Goa Ngerit yang mulai hits, Desa Senden, kecamatan Kampak, juga tengahmerintis destinasi wisata baru yaitu taman Telaga Mapahan.

Telaga Mapahan merupakan danau kecil yang airnya bersumber dari mata air di lereng gunung Suwur, kecamatan Watulimo.

Telaga tersebut menjadi tumpuan kehidupan warga karena airnya yang tak pernah surut meski musim kemarau dan tak pernah penuh di saat musim penghujan. Ini menjadikan telaga Mapahan sebagai objek wisata yang unik.

Jarak telaga Mapahan ini dari kota kecamatan Kampak sekitar 4 kilometer. Dari Balai Desa Senden hanya berjarak sekitar 3 kilometer.

Telaga Mapahan ini memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi obyek wisata unggulan bagi Desa Senden sebagaimana yang diimpikan warga Senden pada umumnya.

Telaga Mapahan sendiri, memang baru belakangan ini muncul. Dengan keunikannya, Telaga Mapahan bisa menarik banyak pengunjung yang datang ke Trenggalek terutama di Desa Senden.

Lokasi ini terbilang dengan obyek wisata Goa Ngerit. Pemerintahan Desa Senden meyakini telaga ini bisa dikembangkan menjadi obyek wisata andalan.

Kepala Desa Senden Sumarji, ST, menuturkan, Telaga Mapahan merupakan sumber mata air yang tidak pernah kering sepanjang masa, keberadaannya saat ini dimanfaatkan warga untuk irigasi pertanian.

“Letak telaga Mapahan berada di area tanah aset Desa yang luasnya mencapai 1 hektar,” ucap Sumarji, Rabu (03/02/2021).

“Lokasi itu berupa hutan bambu. Namun kami bersama warga secara swadaya membersihkan lokasi itu dan warga pun sepakat lokasi itu jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Telaga Mapahan,” ucapnya.

Alhamdulillah, tanaman yang kita tanam di lokasi untuk pembaharuan itu, sekarang sudah mulai asri dan rindang,” tambah Sumarji.

Bisa Jadi ‘Tulang Punggung’ Ekonomi Desa Senden

Jika ini jadi RTH maka akan memperindah lingkungan sekitar dan menjadi tempat bagi warga untuk berinteraksi.

“Kita berharap, ekonomi desa bisa meningkat jika tempat ini benar-benar rame pengunjung. Warga pun bisa membuka usaha kuliner,” kata Sumarji.

Dengan keberadaan RTH, Kades Senden ini berharap, warga dapat memanfaatkan peluang seluas-luasnya terutama pemuda agar bisa berperan aktif memanfaatkan RTH tersebut dengan berbagai kegiatan yang positif.

“Karang Taruna dan BUMDes serta warga bisa terlibat dalam pengelolaan RTH maupun obyek wisata lainnya yang ada di desa Senden,” ujarnya.

Selain ada tanaman bunga dan tumbuhan, di lokasi itu juga ada berbagai fasilitas, seperti gazebo, kamar kecil, dan warung-warung kecil.

Dengan begitu, pengunjung bisa menikmati pemandangan sepuasnya sambil menikmati makanan jualan para pedagang.

“Kami berharap pihak Dinas terkait, bisa memberikan perhatian untuk pengembangan desa wisata. Sehingga program Bupati Trenggalek yang akan menciptakan 100 desa wisata di kabupaten Trenggalek dapat terwujud,” tutup Sumarji.

Tak ada pungutan biaya bagi para pengunjung yang masuk ke lokasi RTH wisata telaga Mapahan. Masyarakat setempat hanya berharap para pengunjung berkenan untuk berbelanja kebutuhan selama berada di lokasi. (Sar/habari.id)