Menjaga Indonesia

Tetap Kuliah di Tengah Wabah: UNG Buka 5.654 Kelas e-Learning

HABARI.ID I Tetap kuliah di tengah wabah. Itu yang dilakukan UNG (Universitas Negeri Gorontalo) kini, melalui pembelajaran daring. Awalnya hanya membuka 1.932 kelas e-Learning. Bersama provider Telkomsel sebagai mitra, kampus ini telah mengembangkan hingga 5.654 kelas e-Learning.

“Sebagai provider pendukung Telkomsel menyupport 30 GB untuk mematangkan program ini (pembelajaran daring, e-Learning),” kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Eduart Wolok, ST, MT.

UNG mampu melakukan ini di tengah pro-kontra dan protes soal penerapan kuliah daring. Ada 3 Perguruan Tinggi di Indonesia Timur yang menggandeng Telkomsel sebagai mitra dalam penerapan sistem kuliah daring.

Dan kampus ini juga menjadi yang pertama menggaet Telkomsel dalam mendukung penerapan sistem pembelajaran daring berbasis e-Learning. Full memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.

Dunia akademik ‘dipaksa’ harus beradaptasi. Kebijakan social distancing yang berlaku memaksa lembaga-lembaga pendidikan memilih opsi belajar dan kuliah daring (dalam jaringan) berbasis e-Learning.

Kuliah tak boleh berhenti, sekalipun di tengah wabah penyakit baru yang menyebar secara global (pandemik). Kuliah dalam kelas terlalu beresiko, memungkinkan Covid 19 menyebar lebih luas. Kuliah daring, dianggap sebagai opsi yang tepat sekaligus jadi solusi.[fp]

Alasan penerapan kuliah daring, sangat jelas. “Kita tidak ingin memberi kontribusi bagi penyebaran Covid 19,” kata Eduart.

Tercatat ada 514 total kasus terkonfirmasi positif Corona di Indonesia saat ini. Di berbagai daerah telah mengeluarkan kebijakan yang menghentikan aktivitas ngumpul-ngumpul dan work from home.  

“Dengan memanfaatkan teknologi, kita juga bisa mencegah dan mengecilkan resiko perebakan virus Corona,” kata Eduart Wolok.

Dari pantauan habari.id di kampus I universitas terbesar di Gorontalo pada Selasa (24/03/2020), aktivitas mulai lengang seiring dengan diberlakukannya kuliah daring.

Tak ada lagi mahasiswa yang ngumpul dan bergerombol. Ruang-ruang kuliah juga sepi. Mobil yang lalu lalang, bisa dihitung dengan jari. Yang terlihat hanya aktivitas sejumlah karyawan.(fp/habari.id)