Menjaga Indonesia

Siapkan Paket Wisata, Cara Pemkab Trenggalek Kembangkan Pariwisata di Tengah Pandemi

Rintis Desa Wisata, Disparbud Gandeng Pokdarwis

HABARI. ID, TRENGGALEK I Paket wisata, menjadi konsep yang paling tepat mengembangkan sektor pariwisata yang seperti ‘mati suri’ selama pandemi COVID-19.

Dan pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, punya langkah sistematis dalam menghidupkan kembali pariwisata dan membangkitken ekonomi masyarakat yang lesu.

Disparbudkini mulai merintis pengembangan desa wisata baru. Ini menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata Trenggalek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Sunyoto melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata, Tony Widianto menyampaikan, bahwa hari ini pihaknya melakukan observasi tentang potensi pengembangan desa wisata di Desa Pandean, kecamatan Dongko.

Tony juga mengajak warga di Desa Pandean untuk menciptakan desa wisata guna meningkatkan perekonomian warga.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap visi-misi pak Bupati di masa kepemimpinan beliau saat ini, yakni untuk mengembangkan 100 Desa wisata baru di Kabupaten Trenggalek,” ucapnya,Minggu (24/01/2021).

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya telah menggandeng Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di desa setempat yakni Arum Pulosari.

Selama ini Pokdarwis Arum Pulosari telah menginisiasi beberapa atraksi wisata di desa tersebut.

Paket Wisata
Tony Widianto (kanan) Kabid Destinasi Wisata Disparbud Trenggalek bersama Pokdarwis desa Pandean, kecamatan Dongko.[foto_istimewa]
“Di sini cukup menarik, karena ada daya tarik wisata alam (arung jeram), wisata buatan, dan wisata budaya yang bisa menjadi daya tarik,” terangnya.

Tony menuturkan, bahwa kawasan wisata di Desa Pandean, masih merupakan kawasan wisata rintisan.

Dan Pokdarwis mulai mempersiapkan beberapa fasilitas termasuk menyediakan tempat untuk koordinasi, homestay, serta menyiapkan produk lokal.

Menurut Tony, konsep yang tepat untuk pengembangan desa wisata di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah dalam bentuk paket wisata.

Dengan metode paket wisata tersebut, pihak pengelola desa wisata akan mampu mengontrol jumlah kunjungan wisatawan.

Selain itu, dengan metode tersebut para pengelola desa wisata akan mampu mengidentifikasi asal-usul dari wisatawan serta mampu mengendalikan semua aktivitasnya.(Sar/habari.id)