HABARI.ID I Tidak ada mimbar, meja pun jadi. Begitu suasana shalat Id di rumah yang dijalani Salahudin Idris dan keluarganya di Kelurahan Tenda, pada moment perayaan Idul Fitri, 1 Syawal 1441 Hijriah, Minggu (24/05/20) pagi.
Meja ruang tamu di rumahnya ‘dimodifikasi’ sedemikian rupa hingga terlihat layaknya mimbar. Hanya dengan melilit kain putih pada sisi bagian atas, kiri dan kanan.
Di bagian atas dialas lagi dengan kain taplak beludru coklat berumbai. Tongkat sang Khatib pun dibuat sendiri. Dan anaknya bertindak sebagai Khatib.
Pelaksanaan shalat Id ini sangat sederhana, namun memberi makna mendalam bagi Salahudin dan anggota keluarganya. Mereka setidaknya masih bisa menunaikan shalat Id berjamaah di rumah di tengah pembatasan sosial.
“Persiapan shalat Id di rumah kami lakukan sejak malam. Alhamdulillah, walau hanya sederhana, bisa terlaksana dengan baik,” ujar Salahudin.
Social distancing dan physical distancing karena pandemi Covid-19, telah mengubah segalanya. Aktivitas dan tradisi yang kerap muncul pada momen-momen penting yang dirayakan banyak orang, kini ‘hilang’.
Sebagian besar masyarakat Muslim memilih ikut anjuran pemerintah; berdiam di rumah dan melaksanakan aktivitas ibadah di rumah, termasuk shalat Id di rumah.
“Tahun ini semua amaliah ibadah Ramadan dan Idul Fitri, dilaksanakan di rumah. Demi kebaikan bersama, agar tidak tertular Covid-19,” katanya.
Ia berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, yang terus memperhatikan masyarakat di tengah wabah Covid-19.
“Shalat Id di rumah, setidaknya bisa menghindari kita dan keluarga kita, dari penularan virus Corona. Semoga bencana ini segera berlalu, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan normal, pemerintah pun demikian,” harapnya.(abink/habari.id)