Menjaga Indonesia

Rusli Satu-Satunya Kader yang Dapat Hak Diskresi

HABARI.ID I Rusli Habibie menjadi satu-satunya kader yang mendapat rekomendasi dan hak diskresi dari DPP Partai Golkar maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar untuk yang ketiga kalinya.

Memang tak gampang mendapatkan rekomendasi yang lahir dari kebijakan diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto ini.

Dari sekian DPD I Golkar yang mengusulkan calon ketua 3 periode, hanya Rusli yang mendapatkan hak diskresi itu. Rusli benar-benar menjadi istimewa.

Rusli yang diwawancarai usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Kamis (05/04/2020) di TC Damhil, mengungkapkan, memang ada kriteria khusus untuk hak diskresi itu.

“Termasuk yang dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan hak diskresi adalah prestasi, mulai dari perolehan kursi di DPRD, akumulasi kemenangan Golkar di Pilkada dan lainnya,” kata Rusli Habibie.

Tapi ada satu hal yang menjadikan Rusli istimewa. Dan ini yang menjadi pertimbangan utama hingga Rusli mendapatkan hak diskresi.

Dia juga menjadi satu-satunya Gubernur di wilayah Sulawesi yang berasal dari Partai Golkar. “Ya, ini juga yang menjadi pertimbangan Ketua Umum Golkar,” akui Rusli.

Banyak yang tak percaya dengan situasi ini. Kebanyakan orang, termasuk orang-orang di internal Golkar dan lawan-lawan politik Rusli, menganggap ini adalah sesuatu yang mustahil.

Mereka tahu bahwa di Partai Golkar ada hak diskresi. Tapi hampir semua DPD I yang mengajukan calon 3 periode ke DPP.

Situasi inilah yang meyakinkan para elit dan rival politiknya, lalu menarik kesimpulan; Rusli tak akan pernah menjadi Ketua DPD I Golkar lagi.

Kesimpulan tersebut pun di blow up di media sosial plus sejumlah media online. Mudah ditebak tujuannya; membentuk opini bahwa Rusli tak layak memimpin Golkar untuk yang ketiga kali.

Upaya membangun opini negatif ini pun runtuh seketika, begitu surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar tersebar luas di media sosial.

“Kalo ada yang sampai mengatakan saya gagal di Golkar, yang bersangkutan mungkin ukuran-ukuran sendiri. Yang menilai saya adalah DPP. Dan Alhadulillah, saya akhirnya diberikan rekomendasi untuk maju di Musda,” ungkap Rusli yang didampingi sang Isteri Idah Syahidah.(fp/habari.id)