HABARI.ID, PEMPROV | Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut kelancaran dan kesuksesan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kerja keras seluruh panitia. Menurutnya, sebuah sistem hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh subsistem bekerja secara maksimal. Ini disampaikan Gubernur Gusnar pada pembubaran Panitia Daerah PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026), di Objek Wisata Pantai Dulanga, Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo.
Gubernur menegaskan bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha, begitu pula sebaliknya. Gubernur juga menilai keberhasilan tersebut sangat luar biasa mengingat anggaran penyelenggaraan yang terbatas, namun mampu menghasilkan pelaksanaan yang spektakuler karena seluruh LO dan seksi bekerja secara maksimal, baik yang terlihat maupun yang bekerja di balik layar.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan,” ujar Gusnar. Lebih lanjut, Gusnar mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir perbincangan mengenai Gorontalo dan PENAS menjadi yang tertinggi di media sosial secara nasional.
Menurutnya, hal itu membawa tiga manfaat besar, yakni semakin dikenalnya Gorontalo oleh masyarakat Indonesia, terbukanya peluang yang lebih luas untuk membangun komunikasi dan kerja sama demi kemajuan daerah, serta meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan Gorontalo dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional.
“Ini adalah harga yang tidak bisa dinilai. Kita tidak perlu lagi berada di pinggir-pinggir birokrasi nasional. Sekarang Gorontalo berada di depan birokrasi nasional. Kita tidak perlu rendah diri karena memiliki fiskal dan jumlah penduduk yang kecil. Kini Gorontalo menempati tempat yang terhormat di mata birokrasi nasional dan itu harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Pembubaran panitia ditandai dengan penyerahan cendera mata dari Gubernur kepada seluruh Liaison Officer (LO) dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penanggung jawab masing-masing provinsi peserta PENAS. Kegiatan juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari para mitra pelaksana, di antaranya Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Kepala BRMP serta perwakilan LO. (adv/habari.id)







