Menjaga Indonesia

Rabu, “Hari Paling Rasional” bagi KPU Gelar Pemilu

HABARI.ID I Hari pencoblosan Pemilu (pemilihan Presiden/Wakil Presiden, Pilkada serentak dan pemilihan anggota Legislatif), dalam satu dekade ini, selalu jatuh pada hari Rabu.

Ini tak ada hubungannya dengan mitos. Penentuan hari pencoblosan di hari Rabu tersebut lebih kepada pertimbangan-pertimbangan rasional dan upaya KPU dalam menjaga konsistensi dan partisipasi masyarakat pemilih.

***

“Sampai dengan berakhirnya dialog, belum ada yang bertanya; kapan Pilkada serentak akan digelar,” kata seorang komisioner melalui pelantang, di hadapan peserta sosialisasi dan diskusi kepemiluan belum lama ini.

Sebagian besar peserta yang duduk di lembar alas lesehan itu adalah milenials. Sosialisasi itu digelar terbuka di sudut jalan, seberang Center Point Bone Bolango.

“23 September. Dan itu pasti hari Rabu,” celetuk seorang yang duduk di bagian paling tepi trotoar. Ia mengungkap itu spontan dengan suara pelan.

Respon itu bukan untuk menjawab pertanyaan yang disebut komisioner tadi, meski itu memang jawabannya.

Sejurus kemudian, tanggal yang sama pun disebut komisioner yang masih menggenggam pelantang itu.

“Ada apa dengan hari Rabu?,” sambung seorang lainnya yang duduk disebelahnya.

“Hampir setiap pelaksanaan Pemilu, baik Pilpres, Pileg dan Pilkada, jatuhnya pasti di hari Rabu,” kata sosok yang baru saja dilantik jadi pejabat definitif di lembaga penyelenggara Pemilu yang menginisiasi sosialisasi itu. Namanya Ismet Padja.

Melalui gawai, ia mencoba meyakinkan orang yang bertanya tadi, dengan menunjukkan “bukti-bukti”.

Sedikit melakukan observasi, ia mengutak-atik penjelajah dunia maya, lalu memperlihatkan satu persatu tanggal dan hari dilaksanakannya pemilihan Presiden/Wakil Presiden, pemilihan Anggota Legislatif, dan Pilkada serentak.

“Pilpres 2009, digelar Rabu 8 Juli. Sehari kemudian digelar Pileg …,”

“Pilpres 2014, dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Juli. Tiga bulan sebelumnya, Pileg digelar 9 April 2014 yang juga jatuh pada hari Rabu …,”

“Pilkada serentak 2015, dilaksanakan hari Rabu 9 Desember. Pilkada 2017 yang digelar serentak di 101 daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, pencoblosannya diselenggarakan pada hari Rabu 15 Februari …,” kata ismet.

Pilpres dan Pileg 2019 yang digelar serentak, juga dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April.

“Begitu juga dengan Pilkada serentak 2020, yang jatuh pada hari Rabu, 23 September. Alasannya kenapa harus hari Rabu, komisioner yang lebih tahu. Mungkin saja hari Rabu dianggap sebagai hari yang paling efektif,” kata Ismet.

“Satu lagi!. Hampir semua hari pelaksanaan Pemilu, jatuh di tanggal ganjil. Kecuali Pilpres 2009,” imbuh Sekretaris KPU Bone Bolango itu.

***

Tak Ada Mitos dalam Penentuan Hari Pencoblosan

Memang ada beberapa pertimbangan hingga Pemilu digelar hari Rabu. Kata Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Sophian Rahmola, penentuan hari pelaksanaan Pilpres, Pileg dan Pilkada, tak ada kaitannya dengan mitos. Semua berdasarkan pertimbangan rasional.

Dalam sepekan, ada hari-hari di mana masyarakat sibuk bergumul dengan berbagai aktifitas. Senin dan Selasa, orang-orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

“Pada dua hari di awal pekan itu, memungkinkan pekerjaan dapat diselesaikan. Di beberapa hari setelahnya, kecuali hari Rabu, kebanyakan orang menjadikan itu sebagai hari-hari untuk long weekend, berkumpul dengan keluarga maupun liburan,” kata Sophian.

Ditetapkannya hari Rabu sebagai waktu yang paling pas untuk pencoblosan, juga sebagai bentuk konsistensi KPU. Penentuan waktu pelaksanaan Pemilu, cenderung mempertimbangkan faktor partisipasi pemilih.(fp/habari.id)