Menjaga Indonesia

Program Pendidikan Gratis Harus Rasional dan Realitis

Debat Publik Pertama Pilbup Blitar

HABARI.ID, KABUPATEN BLITAR I Saling klaim soal program pendidikan gratis, sempat mengemuka pada Debat Publik pertama Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang digelar KPU Kabupaten Blitar.

Adu argumentasi pun muncul dari kedua pasangan calon (Paslon); Rijanto-Marhaenis paslon nomor urut 01 dan Rini-Rahmat paslon nomor urut 02.

Soal isu pendidkan ini, sempat dimunculkan moderator debat. Dan masing-masing paslon pun mempresentasikan program pendidikan.

Namun pasangan Rijanto-Marhaenis lebih realistis menjawab pertanyaan yang dilontarkan moderator terkait isu pendidikan.

Rijanto menuturkan, pihaknya bakal menyiapkan “Kartu Pintar Plus” bagi siswa yang berprestasi namun terkendala biaya. Sehingga melalui APBD akan dianggarkan 6 juta per tahun.

“Sedangkan pelajar yang tidak tamat sekolah akan diberikan fasilitas kejar paket A, B dan C gratis sampai lulus dan mendapat ijazah,” imbuhnya.

Sementara, Rahmat yang merupakan Calon Wakil Bupati pasangan Rini menjelaskan bahwa, tim pemenangannya telah merumuskan pendidikan gratis tersebut. Sehingga, ia yakin hal itu akan bisa terwujud apabila mereka terpilih nanti.

“Mulai PAUD, SLB, sampai perguruan tinggi kita jamin gratis semuanya, bener-bener gratis. Soal bagaimana dan penentuannya, ya pilih saya dulu dong,” kilahnya.

Menanggapi apa yang disampaikan paslon 02 mengenai pendidikan gratis mulai TK sampai perguruan tinggi, Marhaenis calon wakil bupati paslon 01 menuturkan bahwa itu tidak mungkin terlaksana.

Pasalnya, kata Marhaenis, soal pendidikan gratis, harus bersesuaian dengan kondisi keuangan daerah.

“Konstruksi APBD Kabupaten Blitar per tahun, sebesar Rp. 2,3 Trilyun. Mana mungkin bisa diwujudkan pendidikan gratis mulai TK sampai perguruan tinggi,” ungkapnya menanggapi apa yang disampaikan paslon Rini- Rahmat, Jumat (23/10/2020) malam.(jun/habari.id)