Politisi Gorontalo dan Nasional Akui Peran Strategis Gusnar Ismail sebagai Pemimpin

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyaksikan pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto.(f/istimewa).

HABARI.ID, POLITIK I Berbagai capaian-capaian Gusnar Ismail menakhodai Pemerintah Provinsi Gorontalo, bukan tanpa alasan. Hal ini karena Gusnar Ismail Tokoh Aktivis, Tokoh Birokrasi serta Tokoh Politik Gorontalo yang memiliki segudang pengalaman di dunia aktivis, pemerintahan dan politik.

Bicara soal perannya di dunia aktivis, Gusnar Ismail pernah menjabat Ketua KNPI Sulawesi Utara, Ketua HPMIG Manado, Ketua HMI Cabang Manado, Ketua Majelis KAHMI Provinsi Gorontalo, Ketua PMI Provinsi Gorontalo Ketua HKTI Provinsi Gorontalo, Ketua Majelis ICMI Provinsi Gorontalo dan masih banyak lagi.

Demikian pula dalam politik, jauh sebelumnya Gusnar Ismail pernah menjabat sebagai Ketua AMPI Sulawesi Utara, Ketua DPD Partai Golkar Kota Gorontalo dan terakhir Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo.

Dalam karirknya, Gusnar Ismail saat itu memilih menjadi seorang aparatur sipil negara, dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo. Tak lama kemudian karirnya sebagai ASN melejit sebagai Asisten Adminstrasi Pembangunan Setda Kota Gorontalo, kemudian Ketua Bappeda Kota Gorontalo sampai akhirnya dipercayakan sebagai Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Seiring berjalannya waktu Gusnar Ismail pun terpilih sebagai Wakil Gubernur Gorontalo, mendampingi Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo. Pada periode kedua Gusnar Ismail mendampingi Fadel Muhammad sebagai Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismial kemudian diangkat sebagai Gubernur Gorontalo menggantikan Fadel Muhammad yang saat itu diangkat sebagai menteri.

Karir Gusnar Ismail tidak hanya sampai disitu saja, seiring berjalannya waktu Gusnar Ismail pun menjabat sebagai Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya dan Politik Dalam Negeri di Lemhannas RI, dan sekarang sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo.

Keberhasilan Provinsi Gorontalo dua kali di kunjungi Presiden RI, Prabowo Subianto dan satu kali Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, sejumlah pejabat kementerian dan kepala-kepala daerah luar Gorontalo belum lama ini, memang benar ada campur tangan berbagai pihak. Tetapi hal tersebut tidak luput dari peran penting dan strategis seorang Gusnar Ismail, sebagai nakhoda Provinsi Gorontalo yang memiliki berbagai pengalaman dari tingkat lokal, regional sampai nasional.

Mulai dari pengresmian program strategis nasional KNMP (Kampung Nelayan Merah Putih) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo Sabtu (09/05/2026) lalu. Benar adanya peran serta Pemerintah Pusat, tetapi sebagai penanggungjawab wilayah Provinsi Gorontalo, Gusnar Ismail turut serta mensukseskan proyek nasonal itu.

Demikian pula dengan PENAS (Pekan Nasional) XVII Petani dan Nelayan tahun 2026 yang terpusat di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo sejak Sabtu (20/06/2026) sampai Kamis (25/06/2026). Dimana kesksesan PENAS XVII di Gorontalo memang benar tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak baik itu pemerintah pusat, daerah, masyarakat dan pemerintah daerah dari luar Gorontalo. Tetapi sebagiana besar Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama sampai dengan Tokoh Politik Daerah sampai nasional akui, kesuksesan PENAS XVII utamanya peran penting dan strategis Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo.

Bahkan jika bicara soal Petani dan Nelayan, sudah pasti Gusnar Ismail sangat paham betul. Karena Gusnar Ismail pernah menjabat Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua HKTI Provinsi Gorontalo periode 2004 – 2012.

Pengakuan Tokoh Politik Nasional terhadap peran penting dan strategis seorang Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo, itu muncul dari pernyataan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono yang bukan lain adalah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra.

“Gorontalo ini ibarat bayi yang dirawat dengan baik Pak Gubernur. Mulai dari jabatan sebagai Kadis Pertanian, kemudian Sekretaris Daerah, lanjut sebagai Wakil Gubernur dan sekarang Gubernur Provinsi Gorontalo. Saya yakin, anda (Gubernur Gusnar.red) mencitai profesi ini lebih dari apapun. Terima kasih Pak Gubernur,” ungkap Wasekjen DPP Parta Gerindra, sekaligus Ketua Umum HKTI Pusat yang akrab disapa Mas Dar itu, saat menyampaikan sambutan pada Koprda Tani dan Nelayan di Aula Univeritas Gorontalo, Selasa (23/06/2026).

Kemudian pengakuan dari Tokoh Politik Daerah, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dari Pratai NasDem, yakni Ridwan Monoarfa. Kata Ridwan Monoarfa dalam komentarnya di salah satu postingan di akun facebook milik Gusnar Ismail, bahwa tidak ada kabupaten yang bisa berjalan sendiri. Tantangan pembangunan pangan dan hilirisasi, tidak mungkin diselesaikan oleh satu daerah secara terpisah.

“Dibutuhkan orkestrasi pembangunan tingkat provinsi, yang menyatukan keunggulan Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo dalam satu ekosistem ekonomi. Momentum kepemimpinan Gusnar Ismail, pasca PENAS membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan visi pembangunan seluruh daerah. Karena itu, peran Gubernur Gusnar Ismail menjadi strategis untuk membangun konsensus besar pembangunan pangan dan hilirisasi Gorontalo ..,”

“PENAS bukan titik akhir, melainkan titik start. Sejarah tidak mencatat daerah karena banyaknya acara yang diselenggarakan, melainkan karena kemampuannya mengubah peluang menjadi kemajuan. PENAS XVII harus menjadi titik start transformasi ekonomi Gorontalo, menuju pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia,” pungkas Ridan Monoarfa.

Pujian dari berbagai unsur tersebut tidak membuat Gusnar Ismail cepat puas, apalagi besar kepala. Yang ada pujian dari berbagai kalangan tersebut, Gusnar Ismail jadikan sebagai ‘cambuk’ memotivasi dirinya terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan daerah. Bahkan Gusnar Ismail, sebagai Gubernur Gorontalo, mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang sudah terlibat, mendukung dan mensukseskan berbagai kegiatan besar di Gorontalo termasuk PENAS XVII.

“Spriti dari seluruh petani dan nelayan di Indonesia termasuk Gorontalo, serta dukungan berbagai pihak mensukseskan kegiatan nasional ini, adalah wujud untuk terus mempertahankan swasembada pangan dan melanjutkan swasembada pangan. Semoga bisa mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, mudah kita capai,” ungkap Gusnar dalam pidatonya saat pembukaan PENAS XVII saat itu.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di