Menjaga Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Capai 10 Persen

HABARI.ID I Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo mencapai 10 persen, lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Ini mencuat dari laporan hasil keuangan Kabupaten Gorontalo.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan rasa syukurnya atas kemajuan pertumbuhan ekonomi yang membaik ini. Berdasarkan hitung-hitungan yang ada, kabupaten Gorontalo menempati urutan teratas dalam upaya peningkatan ekonomi dibanding dengan beberapa kabupaten lain.

Namun Nelson menjelaskan, hal itu bukan menjadi tolak ukur. Menurutnya hal yang paling utama adalah memakmurkan masyarakat.

“Data menunjukan pertumbuhan ekonomi kita tinggi. Meskipun tingkat kemiskinan masih tinggi. Tapi itu pun sudah pada posisi turun, sekarang 18 persen, kita urutan ketiga soal itu,” jelas Nelson Pomalingo.

Menurut Nelson, sebagai daerah yang mulai maju dan berkembang, ia terus berupaya mempersiapkan SDM berkualitas demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mulai dari pelatihan dan berbagai sarana permodalan, merupakan beberapa program yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

“Pengangguran kita kecil, padahal masyarakat kita banyak. Itu karena banyak lapangan kerja tersedia, tapi kita terus upayakan peningkatannya,” ungkap Bupati.

Peningkatan ekonomi dan kinerja pemerintahan yang mulai membuahkan hasil, juga berpengaruh pada penggunaan keuangan daerah. Diakui oleh pihak BPK bahwa untuk laporan Keuangan Kabupaten Gorontalo mendapat peringkat WTP.

“Kita dapat WTP. Tapi WTP-nya juga harus berkorelasi dengan kinerja. Jangan sampai kita dapat WTP tapi masyarakat masih banyak yang menganggur …,”

“Dapat WTP tapi pembangunan juga harus jalan, jangan sampai laporan keuangannya bagus tapi output atau hasil penggunaan anggaranya tidak memperlihatkan hasil yang baik,” jelas Bupati.

Nelson berharap penghargaan itu, bisa menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk lebih bekerja keras membangun Kabupaten Gorontalo.

Kedepan Nelson akan berupaya menggenjot berbagai kekurangan yang ada, seperti meningkatkan PAD dan pengelolaan aset daerah.(dwi/habari.id)